Saudara Dari Palestina

Berita tentang saudara-saudara kita di Palestina baru terdengar ditelinga gue saat SMK, sebelumnya gue sama sekali belum tahu keadaan negara itu, yang gue tau cuma nama negaranya aja. Mungkin dari kalian ada juga yang merasakan hal yang sama. Sedikit gue ceritain tentang Palestina.

Negeri Yang Diberkahi

Panen stroberi di Gaza, Palestina. Source: Sahabat Al-Aqsha.

Palestina masuk ke dalam wilayah negeri Syam bersama Suriah, Yordania dan Libanon, dimana negeri tersebut sudah Allah jamin keberkahannya.

Diantara dalilnya Allah jelaskan dalam surat Al-Isra ayat 1:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.“

Masjid Al Aqsha terletak di Yarusalem, yang masuk diwilayah Palestina. Saat ini wilayah tersebut di klaim menjadi Ibu Kota Israel dan banyak mendapat kecaman dari berbagai penduduk dunia.

Dalil dari hadits tentang keberkahan negeri Syam:

Beruntunglah negeri Syam. Sahabat bertanya: mengapa? Jawab Nabi: Malaikat rahmat membentangkan sayapnya di atas negeri Syam.” (HR. Ahmad).

Kenyataannya saat ini kita melihat diwilayah tersebut selalu terjadi peperangan.

Entah sampai kapan akan selesai…

Mungkin inilah sekenario dari Allah, yang kita gak tau bagaimana kelanjutannya, wallahua’lam.

Sebagai Tanda Akhir Zaman

Gambar ilustrasi

Negeri syam juga menjadi tanda akhir zaman, banyak dalil dari hadits yang menjelaskan hal tersebut, diantaranya:

  • Syam merupakan pusat negeri Islam di akhir zaman

Salamah bin Nufail berkata: aku datang menemui Nabi saw dan berkata: aku bosan merawat kuda perang, aku meletakkan senjataku dan perang telah ditinggalkan para pengusungnya, tak ada lagi perang. Nabi saw menjawab: Sekarang telah tiba saat berperang, akan selalu ada satu kelompok di tengah umatku yang unggul melawan musuh-musuhnya, Allah sesatkan hati-hati banyak kalangan untuk kemudian kelompok tersebut memerangi mereka, dan Allah akan memberi rizki dari mereka (berupa ghanimah) hingga datang keputusan Allah (Kiamat) dan mereka akan selalu demikian adanya. Ketahuilah, pusat negeri Islam adalah Syam. Kuda perang terpasang tali kekang di kepalanya (siap perang), dan itu membawa kebaikan hingga datangnya Kiamat.” (HR. Ahmad).

  • Pasukan terbaik akhir zaman ada di Syam dan Allah menjamin kemenangan mereka.

Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang: satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Iraq. Ibnu Hawalah bertanya: Wahai Rasulullah, pilihkan untukku jika aku mengalaminya. Nabi saw: Hendaklah kalian memilih Syam, karena ia adalah negeri pilihan Allah, yang Allah kumpulkan di sana hamba-hamba pilihan-Nya, jika tak bisa hendaklah kalian memilih Yaman dan berilah minum (hewan kalian) dari kolam-kolam (di lembahnya), karena Allah menjamin untukku negeri Syam dan penduduknya.” (HR. Ahmad)

  •  Kematian Dajjal terjadi di Syam

“Al-Masih Dajjal akan datang dari arah timur, ia menuju Madinah, hingga berada di balik Uhud, ia disambut oleh malaikat, maka malaikat membelokkan arahnya ke Syam, di sana ia dibinasakan, di sana dibinasakan.” (HR. Imam Ahmad)

“Dajjal akan keluar di tengah Yahudi Asfahan hingga mencapai Madinah, ia singgah di perbatasannya, saat itu Madinah memiliki 7 pintu pada tiap pintu dijaga oleh 2 malaikat, maka penduduk Madinah yang jahat bergabung dengan Dajjal, hingga bila mereka mencapai pintu Ludd, Isa as turun lalu membunuhnya, dan sesudah itu Isa as hidup di dunia 40 tahun sebagai pemimpin yang adil dan hakim yang bijak.” (HR. Ahmad)

  •  Syam adalah pusat pertemuan

“Kalian akan dikumpulkan di sana – tangannya menunjuk ke Syam – jalan kaki atau naik kendaraan maupun berjalan terbalik (kepala di bawah) … “(HR. Ahmad)

Berjumpa Dengan Saudara Dari Palestina

Para imam Palestina yang melakukan safari dakwah di Indonesia, July 2013.

Pada tahun 2013, 2014 dan 2015, salah satu organisasi kemanusiaan untuk Palestina yaitu Sahabat Al Aqsha meluncurkan program “Siraman Manis, Shalat Tarawih bersama imam Palestina di Masjid Anda”. Para imam tersebut nantinya akan ditempatkan di kota-kota besar seperti Depok, Yogyakarta, Balikpapan, Bandung, Malang, Solo, dll.
Mereka akan melakukan safari dakwah, tujuannya untuk menggalang dana dan menceritakan kondisi real di Palestina. Safari dakwah ini dilakukan diberbagai masjid yang sudah ditentukan, misalkan di Depok, nanti akan safari dakwah keberbagai masjid di Jabodetabek.

Komplek Griya Tugu Asri (Depok) mendapat kesempatan menjadi tempat tinggal bagi para imam yang akan melakukan kegiatan safari dakwah di Jabodetabek sesuai jadwal yang sudah dibuat, kalo tidak ada jadwal safari dakwah, mereka akan mengimami solat tarawih di masjid Darussalam, masjid di komplek tersebut.

“Kapan lagi gue diimamin syekh dari Palestina” senengnya gue karena disana tempat gue biasa solat 5 waktu.

Saat berita tersebut datang, gue juga langsung menshare info tersebut kesosmed, supaya temen-temen gue bisa ikut merasakan hal yang langka ini.

Muhammad Nabil Khattab (2013)

Sesi Ta’aruf selepas solat Jumat, July 2013.

Di tahun 2013, beliau merupakan imam yang tinggal di Depok, namanya Muhammad Nabil Khattab, penduduk asli Gaza. Saat itu umurnya masih 25 tahun, beliau menyelesaikan hafalan Qurannya hanya dalam waktu 4 bulan saja, Masya Allah. Di Gaza beliau sebagai imam masjid, guru ngaji (sudah meluluskan sekitar 200 orang hafidz Quran) dan juga seorang pedagang.

Beliau ke Indonesia meninggalkan seorang istri yang sedang hamil kembar 3, kalo gak salah saat itu istri beliau juga sedang menyelesaikan pendidikan s2 nya di Universitas Gaza, saat kembali lagi ke Indonesia di tahun 2015, beliau membawa istri serta ke3 anak kembarnya ke Indonesia.

Gue masih ingat betul sesi perkenalan dengan beliau, sampai gak lupa untuk foto dan upload ke FB hehe 😀

Foto bersama Umar, salah satu anak dari Syekh Khattab, saat itu usianya -+ 2 tahun (2015).

 Islam Al Oweidat dan Ya’kub (2014)

Foto bersama Islam Al Owaidat dan Ayoeb (gamis putih)

Sekilas tentang beliau berdua, beliau merupakan orang Palestina yang mengungsi dan melanjutkan pendidikan di Yordania, beliau berdua termasuk orang yang humble jadi gue enak ngobrolnya. Gue biasa ngobrol pake bahasa campuran, Inggris atau Arab, yaa sedikit-sedikit mereka ngerti lah apa yang gue ucapkan haha 😀

Anas Abu Khalifa (2015)

Foto bersama Anas Abu Khalifa, July 2015

Nah ditahun 2015 ini beda lagi orangnya, namanya Anas Abu Khalifa, biasa gue panggil Bro Anas, karna dia ini seumuran sama gue, serius gue, jangan ketipu sama mukanya yang “boros” 😀

Beliau bukan lagi humble tapi deket banget sama gue, hampir setiap selesai solat ngobrol bareng, temenan di FB, kontakan via WA, kadang juga makan bareng kalo emang dirumah beliau lagi gak ada siapa-siapa.

Sangkin deketnya, beliau sampai sedih saat harus kembali lagi ke Yordania (beliau jurusan elektrik di salah satu universitas di Yordania). Dan didalam pesawat sempat mengirimkan fotonya ke gue, sayang fotonya udah kehapus 🙁

Saat ini gue belum tau lagi gimana kabar beliau, karena FBnya sudah di delete dan nomer WA nya hilang, semoga suatu saat bisa ketemu beliau lagi, aamiiinn…

Pengalaman yang gak akan gue lupakan, karena di tahun 2016 sampai sekarang belum ada lagi program tersebut, karena alasan keamanan. Gue berharap di tahun 2018 ini bisa bertemu kembali dengan para imam dari Palestina.

~~~

~~~

Bersama salah satu imam dari Suriah, July 2013.

 

Seseorang yang mencoba menjadi bermanfaat untuk sesama 🙂

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: