Petualangan Saat SMK (Sekolah Menengah Kejuruan)

Setelah petualangan masa SMP yang begitu epic. So,,gue rasa akan selalu diingat selama hidup gue. Tibalah chapter kehidupan baru, dimana babak ini akan membentuk karekter gue kedepannya. Gue juga gak tau, seperti apa petualangan selanjutnya, karena sejatinya tugas manusia hanya berikhtiar biarkan Allah saja yang menentukan hasilnya, apapun itu Insya Allah baik untuk hambanya πŸ™‚

Sebagaimana yang Allah firmankan didalam surat Ar-Ra’du ayat 11 yang artinya:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”

Itulah yang menjadi dasar gue untuk terus menempuh pendidikan, untuk mengubah keadaan hidup menjadi lebih baik lagi.

Hampir Putus Sekolah

Source: google

Suatu hari gue bergumam didalam hati kecil gue.

“Oke rif, fase SMP lu udah kelar, sekarang mau lanjut sekolah dimana lu? Inget, lu cuma punya ijazah Paket B”.

Hampir sulit buat masuk SMA Negeri kalo hanya mengandalkan ijazah Paket B, kecuali mereka-mereka yang home schooling atau ikut bimbel untuk belajar pelajaran yang akan diujikan untuk masuk SMA unggulan.

Berdiskusilah gue bersama orang tua gue, untuk mendapatkan solusi dari permasalahan gue itu, karena sejatinya orang tua gue juga ga ingin anaknya putus sekolah.

“Yaialah lulusan SMP, mau jadi apa gue?” pikir gue.

Waktu itu kerjaan gue cuma nyari info tentang SMA atau SMK yang cocok “biayanya”, karena kalo mahal orang tua gue gak akan mampu membiayai.

Hari demi hari gue pakai untuk survei sekolah-sekolah, akhirnya gue memutuskan daftar SMK jurusan Otomotif, orang bilang sih STM, yang kerjaannya cuma tawuran antar sekolah, sambil bawa gear motor diputer-puter hehehe, gak semuanya begitu kok, ada juga yang alim kayak gue hahaha masuk juga belum πŸ˜€

Gue masih ingat betul saat itu biaya pendaftarannya 150 ribu.

Gue juga daftar di sekolah lain jurusan Perbankan Syariah buat cadangan, kalo nantinya gue gak diterima di STM. Setelah memikirkan beberapa aspek seperti jarak dari rumah ke sekolah, uang jajan, biaya trasnportasi dan lain lainnya.

Gue memutuskan untuk milih jurusan perbankan syariah, karena jarak sekolahnya cukup dekat dari rumah gue, yaa kira-kira 1,2 KM lah.

Tibalah saatnya untuk seleksi masuk SMK, waktu itu gue ikut tes kesehatan (tes urin dan buta warna) juga ujian soal. Yaa walaupun ada beberapa soal yang gue gak paham (karena basic gue paket B) gue tetep berusaha ngerjain soal-soal tersebut sebaik mungkin.

“Alhamdulillah akhirnya selesai juga….” Ucap gue setelah selesai mengerjakan soal-soal yang belum pernah gue temuin sebelumnya.

Pengumuman Hasil Seleksi dan Berita Buruk

Source: google

Waktunya pengumuman… Hari itu gue sangat antusias, setelah beberapa hari menunggu, akhirnya waktu yang ditunggu tiba juga, saat itu bapak gue yang pergi ke sekolah untuk mengambil hasil tesnya.

“Yah, gimana hasilnya?” Tanya gue dengan penasaran.

“Nih, liat aja sendiri” sambungnya.

Gue buka perlahan dannnn “Alhamdulillah diterima” huft, akhirnya hati lega.

Setelah beberapa hari dari kabar baik itu, gue dapet masukan dari teman untuk memilih jurusan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) dibandingkan dengan perbankan syariah, akhirnya saran itu gue terima.

Karena masih bisa ganti jurusan akhirnya gue mengganti jurusan yang sebelumnya perbankan syariah menjadi RPL.

Cerita belum selesai sampai mengganti jurusan, dihari berikutnya gue mendapat kabar kurang mengenakkan, bapak gue sakit kencing batu.

Harapan Itu Masih Ada

Source: pixabay

Setelah berita tersebut, hati gue langsung sedih, karena uang sekolah harus dipakai untuk berobat.

“Ya Allah berilah hambamu ini kekuatan dan kesabaran, serta berilah kesembuhan untuk ayah saya” kira-kira begitulah doa gue setiap selesai sholat 5 waktu.

Waktu untuk membayar biaya masuk sekolah semakin mepet, orangtua gue belum sanggup untuk membayar keseluruhannya yang kurang lebih 7 jutaan. Orangtua gue mengajukan keringanan waktu dengan alasan untuk biaya berobat, akhirnya keringanan itu disetujui oleh pihak sekolah dan gue bisa masuk sekolah dengan catatan ijazah gue akan ditahan sampai melunasinya.

Alhamdulillah Ya Allah, engkau memang maha baik.

Akhirnya gue bisa merasakan yang namanya MOS (Masa Orientasi Sekolah), petualangan itu baru akan dimulai.

Awal masuk SMK gak ada basic komputer sama-sekali, bahkan saat itu gue belum punya email dan belum ngerti gimana caranya buat email, this is real men. Terakhir menggunakan komputer itu kelas 5/6 SD, cuma buat ngetik di sekolah.

Berbeda dengan teman-teman gue yang bahkan udah berselancar di dunia sosmed, entah itu main FB atau twitter, yaa saat itu memang lagi booming-boomingnya.

Akhirnya gue minta temen gue untuk buatin email dan FB (klik link ini yang mau berteman dengen gue via FB) #Promosi πŸ˜€

Yang paling lucu sih saat itu gue juga belum tau cara dan arti dari Copy+Paste.

Parah dan nekat emang, gak ngerti komputer bahkan copas aja blm tau tapi memilih masuk jurusan komputer, ya begitulah hidup, harus ada tantangannya, supaya kita survive.

Magang di Bandung

Foto bersama setelah sampai di lokasi magang

Seperti sekolah-sekolah SMK yang lain, pasti ada yang namanya magang atau praktek kerja lapangan (biasa disingkat PKL). Angkatan gue termasuk “beruntung” bisa magang disini, walaupun perlu perdebatan panjang antara pihak sekolah dengan wali murid, karena harus membayar -+ 4,5 juta-an (kalo gak salah). Saat itu juga gue dapet keringanan dari pihak sekolah supaya bisa magang bareng dengan teman-teman yang lainnya.

Waktu magang dibagi menjadi 2:

1 bulan untuk pembelajaran (HTML, CSS dan Flash) dan 1 bulan lagi kita disuruh untuk membuat website sendiri. Total waktu magang adalah 2 bulan.

Selama 2 bulan di Bandung, gue manfaatkan dengan sebaik-baiknya, ini juga pertama kalinya gue ke Bandung. Disana kami tinggal di rumah warga, Bu Yiyi namanya, kebetulan Bu Yiyi juga pegawai di tempat gue magang, bahkan sampai sekarang gue masih nginep di rumahnya kalo main ke Bandung, serius, beliau juga masih kenal gue hehe…

Bapak akhirnya “Menyerah”

Foto bapak

Diakhir tahun 2012 kesehatan bapak gue memburuk, sakitnya sudah merambat ke ginjal (batu ginjal), segalamacam cara sudah diupayakan untuk kesembuhan beliau, baik secara herbal dan non herbal.

Pada tanggal 8 November 2012, bapak sempat mendapat bantuan berobat di RS. Fatmawati, namun 4 hari kemudian Allah berkehendak lain, beliau harus kembali kehadapanNya.

Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima dan ditempatkan disyurgaNya, amiin πŸ™‚

Padahal saat itu gue sudah di kelas 3, sebentar lagi mau UN dan wisuda, setelah kejadian tersebut, gue sedikit hilang arah, ngedrop, memikirkan bagaimana kehidupan gue selanjutnya, ibu gue harus menjaga ke-3 anaknya seorang diri.

Ya Allah berilah hambamu ini kekuatan dan kesabaran, serta jagalah ibu dimanapun ia berada, begitulah doa yang selalu gue panjatkan.

Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, seperti yang Allah tekankan di dalam surat Al-Insyirah, bahkan Allah sampai mengulangnya 2 kali, perinsip itulah yang gue pegang, Allah pasti akan memberikan gue kemudahan dibalik kesulitan ini dan Allah gak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan gue.

Kabar baik datang untuk gue tetap bisa melanjutkan pendidikan SMK, gue mendapat beasiswa dari guru liqo untuk biaya SPP bulanan, syaratnya cukup baca Quran sehari sejuz, saat itu belum ada komunitas ODOJ (One Day One Juz).

Dan juga saat bapak gue masih bisa beraktifitas beliau mendapatkan uang dari DKM Masjid sebesar 3,5juta untuk melunasi biaya masuk sekolah gue (yang udah gue ceritain diatas).

“Alhamdulillah ya Allah, engkau mengabulkan permintaan hamba” ucap syukur gue.

Akhirnya gue bisa terus melanjutkan sekolah gue hingga selesai.

Foto bersama dihari terakhir magang

 

~~~

 

Proses Wisuda
Proses Wisuda

Seseorang yang mencoba menjadi bermanfaat untuk sesama πŸ™‚

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: