Kisah Nabi Adam Dan Hawa | Dari Penciptaan, Turun Kebumi Hingga Wafat

Kisah Nabi Adam Dan Hawa – Sewaktu kita kecil dulu pasti kita sering diberikan cerita tentang Nabi yang satu ini. Ya, dialah Nabi Adam, seorang Nabi sekaligus manusia pertama yang Allah ciptakan.

Banyak sekali kisah-kisah inspiratif dalam perjalanan beliau yang patut kita jadikan teladan dalam kehidupan.

Salah satu asbab mengapa saat ini kita berada di dunia juga karena nabi Adam memakan buah terlarang, sehingga harus di turunkan kedunia.

Nabi Adam juga sebagai representasi makhluk Allah yang sempurna, sebagaimana firmannya didalam surat At-Tin ayat 4:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”

Sejatinya manusia Allah ciptakan menjadi makhluk yang paling sempurna dibandingkan makhluk yang Ia ciptakan sebelumnya.

Manusia Allah jadikan makhluk yang bebas memilih, menentukan pilihannya dengan semua anugrah yang telah Allah berikan.

Manusialah satu-satunya makhluk yang Allah berikan beban untuk memakmurkan bumi (khalifah filard). 

Dan masih banyak kisah lainnya yang akan kami paparkan dibawah.

Artikel ini juga bisa menjadi referensi bagi para orang tua atau para guru yang ingin menceritakan kisah Nabi Adam kepada para anak-anak dan murid-murid mereka.

Asal-Usul Nabi Adam

kisah nabi adam dan hawa, dari awal penciptaan hingga akhir hayatnya

Allah mengamanahkan bumi ini kepada Adam dan anak keturunannya. Sebagaimana bumi ini Allah ciptakan dari tanah, maka Nabi Adam dan anak keturunannya pun terbuat dari tanah, dan akan kembali ke tanah pula.

Berbeda dengan makhluk Allah lainnya seperti malaikat yang Allah ciptakan dari cahaya (nuur) ataupun iblis yang berasal dari api.

Surat At-Tin ayat 4 diatas menjadi gambaran bahwa Allah itu menjadikan manusia menjadi makhluk sempurna (dalam segi bentuk/rupa).

Allah pula yang mengajarkan Nabi Adam al asmaa (nama-nama) secara menyeluruh, sebagaimana difirmankan didalam surat Al Baqarah.

Maka tidak sepantasnya bagi kita untuk mengeluh terhadap kesempurnaan yang telah Allah berikan kepada kita.

Setelah Allah ciptakan Nabi Adam, selanjutnya Allah memerintahkan kepada para malaikat untuk sujud kepada Adam (sebagai bentuk penghormatan atas ciptaan Allah). Malaikat sebagai makhluk yang taat atas perintah Allah tidak segan-segan untuk sujud kepada Nabi Adam.

Namun, ada satu makhluk yang enggan untuk menuruti perintah Allah, yaitu Iblis (laknatullah alaihi) dikarenakan merasa lebih mulia dari Adam, karena Iblis diciptakan dari api sedangkan Adam dari Tanah. Maka sejak saat itu Allah mencap makhluk tersebut sebagai kafir, karena enggan untuk taat kepada perintahNya.

Kisah Iblis Yang Durhaka

kisah nabi adam dan hawa, dari awal penciptaan hingga akhir hayatnya

Sikap durhaka iblis inilah yang menjerumuskannya kepada kehancuran. Iblis enggan untuk mengikuti perintah Allah untuk sujud kepada Adam. Itulah awal mula iblis mendapat cap “laknatullah”.

Selain durhaka, iblis juga mengacuhkan printah Allah dikarenakan sifat angkuh (sombong) kepada ciptaan Allah.

Merasa dirinya lebih dulu diciptakan dan terbuat dari api maka ia memandang remeh manusia sebagai makhluk baru dan tercipta dari tanah.

Atas sifat angkuhnya tersebut menjadikan Allah murka kepadanya dan menerima laknat dari Allah hingga hari kiamat kelak. Selanjutnya iblis meminta untuk ditangguhkan umurnya dan menjalankan misi untuk menyesatkan anak keturunan Adam sehingga mereka yang tersesat menjadi teman untuknya di neraka.

Sebagaimana dijelaskan didalam Al Qur’an Surat Al-A’raf: 16-17.

kisah nabi adam dan hawa, dari awal penciptaan hingga akhir hayatnya

Proses Penciptaan Hawa

Memang sudah menjadi sunatullah (ketentuan Allah) segala sesuatunya berpasang-pasangan. Nabi Adam juga demikian, Allah ciptakan Hawa dari tulang rusuk nabi Adam. Tujuannya adalah menjadi pasangan bagi nabi Adam, agar bisa saling berbagi saat suka maupun duka.

Sebagaimana Allah ciptakan Hawa dari tulang rusuk, dimana tulang rusuk itu bengkok maka begitupula sifat wanita. Jika ingin diluruskan harus dengan cara yang baik dan bijak, jika dipaksa ia akan patah, jika dibiarkan akan tetap bengkok.

Selama tinggal di syurga, Allah memberikan kebebasan kepada mereka berdua untuk melakukan apapun kecuali satu hal. Yaitu mendekati pohon yang terlarang.

Dosa Pertama Adam Dan Hawa

kisah nabi adam dan hawa, dari awal penciptaan hingga akhir hayatnya

Kisah Nabi Adam dan Hawa ini berlanjut setelah mereka hidup bersama-sama.

Semenjak ingkar kepada perintah Allah untuk sujud kepada Adam, iblis tidak lagi diperkenankan untuk tinggal di syurga.

Iblispun mencari celah untuk bisa mengeluarkan Adam dan Hawa dari syurga. Alhasil, iblis memanfaatkan pohon terlarang untuk melakukan tipu muslihat kepada mereka berdua.

Iblis menginformasikan bahwa sebenarnya pohon terlarang tersebut membuat mereka kekal di syurga, untuk itu iblis menyarankan agar mereka memakan buah pohon terlarang.

Singkat cerita, Adam dan Hawa terbuai dengan ajakan iblis untuk memakan buah tersebut dan saat itu pula aurat mereka menjadi terbuka.

Dan mereka mencari daun untuk menutupinya. Adam dan Hawa sangat malu dan menyesal atas perbuatan tersebut. Akhirnya Allah perintahkan mereka berdua untuk turun ke bumi sebagai akibat dari perbuatan mereka.

Kisah Nabi Adam dan Hawa Diturunkan ke Bumi

kisah nabi adam dan hawa, dari awal penciptaan hingga akhir hayatnya

Setelah kejadian memakan buah terlarang tersebut, maka Adam dan Hawa harus menerima konsekuensi dari perbuatan mereka, yaitu diturunkan ke bumi.

Saat diturunkan ke bumi keduanya dipisahkan oleh Allah, nabi Adam diturunkan di wilayah sekitaran Hindustan (saat ini wilayah India dan sekitarnya). Sedangkan Hawa diturunkan di Arab Saudi, tepatnya di wilayah Jeddah. Jika diartikan kedalam bahasa Indonesia, kata “Jeddah” artinya nenek.

Setelah sekian lama berkelana dimuka bumi dan memohon kepada Allah untuk dipertemukan kembali. Akhirnya, keduanya Allah pertemukan kembali di Jabal Rahmah (gunung kasih sayang) di daerah Arafah, Arab Saudi.

Kisah Keturunan Nabi Adam dan Hawa

kisah nabi adam dan hawa, dari awal penciptaan hingga akhir hayatnya

Setelah mereka hidup bersama akhirnya Allah berikan mereka keturunan agar bisa berkembang dan memperbanyak generasi untuk memakmurkan bumi ini.

Setiap kelahiran Allah karuniakan selalu sepasang, alias kembar prempuan dan laki-laki.

Saat kelahiran pertama yaitu Qabil dan Iklima disusul Habil dan Labuda saat kelahiran berikutnya (nama-nama tersebut sebagian berasal dari kisah Israiliat).

Anak-anak tersebut semua adalah harapan bagi Adam dan Hawa untuk selalu mentauhidkan asma Allah dimuka bumi ini.

Seiring berjalannya waktu, anak-anak tersebut tumbuh berkembang menjadi remaja dan mulai mengenal lawan jenis. Secara fisik dan perangai, Habil menjadi anak yang baik dan santun, sedangkan Qabil memiliki sifat yang sebaliknya, iri dengki dan kasar kepada saudaranya.

Sedangkan anak perempuan mereka, Iklima gadis yang cantik sedangkan Labuda secara fisik biasa-biasa saja.

Anak perempuan dan laki-laki memiliki peranannya masing-masing, membantu Adam dan Hawa disetiap aktifitas sehari-hari.

Dosa Pertama di Muka Bumi

kisah nabi adam dan hawa, dari awal penciptaan hingga akhir hayatnya

Kisah Nabi Adam dan Hawa berlanjut lagi mengenai dosa pertama anak-keturunan mereka di muka bumi.

Setelah anak-anak Adam dan Hawa tumbuh dewasa, maka Allah memerintahkan nabi Adam untuk menikahkan putra putri beliau dengan cara kawin silang antar saudara kembar (tidak boleh menikah antara saudara kembar).

Qabil dinikahkan dengan Labuda sedangkan Habil menikah dengan Iklima.

Akhirnya nabi Adam menyampaikan amanah ini kepada anak-anaknya dan semuanya sepakat kecuali satu anak, yaitu Qabil. Qabil menolak dengan alasan tidak suka kepada Labuda yang dinilai Qabil sebagai gadis yang biasa-biasa saja perangainya.

Nabi Adam sendiri memutuskan untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara tawakal kepada Allah, menyerahkan semua keputusan kepada Allah.

Singkat cerita, Adam menyuruh Qabil dan Habil untuk berkurban dengan sesuatu yang berharga, nantinya yang menang dialah yang akan menikah dengan Iklima. Mereka berdua pun setuju dengan usulan sang ayah.

Untuk masalah kurban antara kedua anak Nabi Adam ini sudah Allah singgung didalam Al-Quran surat Al Maidah : 27-31, yang artinya.

kisah nabi adam dan hawa, dari awal penciptaan hingga akhir hayatnya

Didalam ayat tersebut sudah begitu gamblang Allah menjelaskan tentang mereka berdua. Hingga akhirnya timbullah dosa pertama di bumi yaitu pembunuhan, yang dilakukan Qabil kepada saudaranya sendiri yaitu Habil.

Doa Nabi Adam

Semasa hidupnya Nabi Adam As selalu menggunakan doa ini sebagai bahan muhasabah diri, karena telah lalai terhadap perintah Allah ketika di syurga.

Doanya sendiri tercantum didalam Al Quran surat Al A’raf : 23, yang berbunyi.

kisah nabi adam dan hawa, dari awal penciptaan hingga akhir hayatnya

Artinya:

” Ya Rabb kami, kami telah menzholimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”

Kisah Wafatnya Nabi Adam dan Hawa

kisah nabi adam dan hawa, dari awal penciptaan hingga akhir hayatnya

Hal yang akan kita bahas dari kisah Nabi Adam dan Hawa selanjutnya ialah tentang wafatnya nabi Adam As.

Tidak banyak riwayat yang mengisahkan tentang kematian Nabi Adam As. Didalam sebuah riwayat diceritakan bahwa usia nabi Adam sekitar 10 Abad alias 1000 tahun. Beliau wafat setelah 11 hari sebelumnya mengidap suatu penyakit, lalu dikuburkan di wilayah Makkah (menurut sebagian sumber).

Beberapa tahun kemudian Hawa pun wafat dan dimakamkan di kota Jeddah.

Wallahu’alam…

 

Semoga artikel mengenai kisah nabi Adam dan Hawa ini bermanfaat dan bisa diambil pelajaran didalamnya.

Terimakasih sudah mampir di elnandar.com

Seseorang yang mencoba menjadi bermanfaat untuk sesama 🙂

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: