Budidaya Tanaman Tebu Yang Efisien

Cara Budidaya Tebu – Tebu atau dalam bahasa Inggris sugar cane, merupakan salahsatu tanaman yang bisa tumbuh subur di daerah tropis seperti di Indonesia, jadi tak heran jika tebu banyak kita temui disini. Tebu termasuk jenis tumbuhan rumput, seperti halnya padi.

Tanaman tebu sebagian besar isinya merupakan air yang rasanya manis, sehingga tebu biasa digunakan untuk membuat gula batu atau gula pasir.

Dan pasti disetiap kita pernah mengkonsumsi gula yang berasal dari tebu.

Orang orang biasanya mengkonsumsi tebu dengan cara digigit langsung, hal tersebut dilakukan untuk memperoleh sensasi rasa air tebu yang manis. Apakah kalian juga pernah melakukannya?

Kandungan Nutrisi Tebu

budidaya tebu
Kandungan nutrisi tebu

Berbeda dari kebanyakan tumbuhan yang dimanfaatkan itu buahnya, tapi untuk tebu yang dimanfaatkan adalah bagian batangnya.

Pada bagian batang tersebutlah terdapat banyak kandungan gizi seperti protein, kalsium, zat besi dan lain lain, yang bermanfaat untuk tubuh kita.

Jenis-jenis Budidaya Tebu

Budidaya tebu di Indonesia biasanya hanya ada 3 jenis tebu yang ditanam:

1. Tebu Kuning

budidaya tebu
Jurnalasia

Jenis tebu yang biasa ditanam yang pertama adalah jenis tebu kuning atau dikenal juga dengan nama tebu morris, dan ada juga yang menyebutnya dengan tebu hijau, walaupun pada intinya sama saja jenisnya.

Sesuai namanya tebu ini didominasi oleh warna kuning pada bagian ruas batangnya.

Tebu ini banyak tumbuh di Indonesia dibandingkan dengan jenis tebu lainnya, karena memang tanaman tebu ini asalnya dari Asia Tenggara.

Dan juga tanaman ini memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, sehingga banyak petani yang berbudidaya tebu kuning ini untuk memasok para industri gula atau industri pangan dan minuman untuk menambah cita rasa produk mereka.

Biasanya tebu kuning di ekspor ke negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Brunai Darussalaam, tak heran jika tebu dijadikan salah satu tanaman industri negeri.

2. Tebu Hitam

budidaya tebu
Serbaplus

Jenis tebu yang biasa ditanam selanjutnya adalah tebu hitam, atau biasa juga dikenal dengan nama tebu ireng (bahasa Jawanya hitam).

Nama tebu ireng (hitam) itu sendiri didapat dari warna batangnya, sama seperti tebu kuning, warna batangnya didominasi oleh warna ungu gelap atau dongker dan ada juga yang berwarna merah tua, intinya warna batangnya gelap.

Selain warnanya yang berbeda dengan jenis tebu lainnya, warna air yang terdapat pada batangnya juga berbeda. Tebu hitam memiliki air berwarna kecoklatan dan gelap tidak seperti air tebu lainnya yang berwarna putih kekuning kuningan.

Dari sisi diameter batangnya juga berbeda, untuk tebu hitam memiliki diameter lebih kecil dibandingkan dengan tebu lainnya.

3. Tebu Telur

budidaya tebu
Warasfarm

Jenis tebu yang terakhir adalah tebu telur, walaupun sebenarnya ini bukanlah jenis tebu karena tidak memiliki batang yang manis dan panjang sebagaimana tebu pada umumnya.

Dan juga tebu telur ini masuk kedalam kelompok sayur sayuran berbeda dari tebu sebelumnya, tapi masyarakat sudah banyak yang menyebutnya dengan nama “tebu”, sehingga kami golongkan kedalam tanaman tebu.

Tebu telur biasa digunakan untuk dimasak isinya, sehingga menghasilkan masakan yang nikmat dan enak.

Di daerah pedesaan atau wilayah yang masih menggunakan kayu bakar sebagai sarana untuk memasak, biasanya bagian daun tanaman tebu digunakan untuk bahan pembakaran.

Cara Menanam Tebu

budidaya tebu

Cara budidaya tebu yang harus diperhatikan selanjutnya adalah cara menanamnya. Berikut beberapa hal yang harus dipikirkan:

Keadaan tanah

Tanah yang ideal untuk tanaman tebu adalah tanah yang bersifat:

  1. Regusol: Tanah yang tercampur material debu atau butiran-butiran erupsi gunung berapi.
  2. Grumosol: Tanah yang terbentuk dari batuan kapur sehingga tidak ada proses organik.
  3. Aluvial: Tanah yang berasal dari endapan, baik endapan danau, sungai, kali dan lain-lain.
  4. Dan latosol: Tanah yang memiliki lapisan (karena tanah berlapis-lapis) cukup tebal, bisa mencapai 150cm-5m setiap lapisnya.

Nah, di 4 jenis tanah tersebut, tanaman tebu bisa dibilang subur jika ditanami ditanah tersebut.

Karena jenis-jenis tanah tersebut ada pada ketinggian 100-1.350mdpl (meter di atas permukaan laut), punya curah hujan yang cukup baik, berkisar antara 1.400-4.000mk per tahunnya dan juga suhu antara 24° C sampai dengan 31° C.

Persiapaan Lahan Tanam Tebu

budidaya tebu
Caramenanam

Selain tanah yang perlu diperhatikan dalam budidaya tebu, hal selanjutnya yang perlu perhatian juga adalah persiapan lahan. Perlu dibuat timbunan tanah setinggi 30cm-35cm dan lebar sekitar 40cm-50cm, nantinya tebu akan ditanam dibawahnya.

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, tebu sangat cocok ditanam didaerah yang curah hujan dan panasnya cukup seimbang. Apa yang terjadi jika curah hujan dan suhu panasnya tidak seimbang?

Jika kita melakukan penanaman tebu di tempat yang airnya sedikit maka hal tersebut bisa berdampak pada ukuran tebu, bisa jadi kecil diameternya, pendek atau bantet, sehingga ukurannya tidak maksimal dan proporsional.

Begitu juga kebalikannya, jika ditanam di dataran rendah yang memiliki curah hujan cukup tinggi maka rasa tebu tidak akan terlalu manis, karena panasnya matahari yang cukup dan suhu tanah yang tidak terlalu lembab membuat senyawa yang membuat rasa tebu manis menjadi maksimal.

Hal tersebut juga berlaku untuk tumbuhan lain, seperti kurma. Kenapa kurma dari Timur Tengah yang lebih terkenal didunia? Karena cuaca panas disana mendukung senyawa manis tadi, sehingga prosesnya menjadi maksimal.

Konstruktur tanah juga perlu diperhatikan, jika tanahnya keras maka perlu proses membajak lahan terlebih dahulu. Hal tersebut supaya penyerapan air kedalam tanah bagus dan akar tebu bisa mendapat nutrisi yang cukup.

Akar tebu juga sangat sensitif jika kekurangan asupan udara dalam tanah sehingga drainase serta pengairan sangat penting untuk diperhatikan.

Pemilihan Bibit atau Benih Tebu

budidaya tebu

Cara budidaya tebu yang harus diperhatikan pula ialah bibit. Bibit adalah inti dari tanaman, jika tidak ada bibit mustahil tanaman bisa ada dan tumbuh. Untuk tanaman tebu biasanya terdapat 4 bibit yang digunakan untuk budidaya tebu di Indonesia.

  • Bibit Tebu Batang Muda

Pada saat umur tebu sudah masuk usia 5-7 bulanan, pilihlah batang tebu yang ingin dijadikan bibit, lalu potong menjadi 2 atau 3 ruas untuk selanjutnya dijadikan stek.

  • Bibit Pucuk Tebu

Untuk bibit yang satu ini hanya bisa dilakukan kepada tanaman tebu yang sudah masuk usia 1 tahunan (±12 bulan) dan biasanya sudah dalam masa panen. Pucuk tebu dipotong sepanjang 35-40 cm (3 atau 4 ruas), serta kondisi pucuk yang digunakan untuk bibit harus sehat.

  • Bibit Tebu Rayungan

Bibit ini adalah tanaman tebu yang dikhususkan untuk pembibitan, biasanya diambil dari pucuk pohon tebu saat sudah mati. Tapi saat ini sudah jarang ladang untuk bibit rayungan ini karena perlu lahan tambahan khusus bibit dan prosesnya cukup lama.

  • Bibit Deder

Bibit jenis ini berasala dari persemaian dari stek batang tebu, hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menanam sulam dari tanaman tebu yang sudah mati.

Dari 4 jenis bibit diatas, bibit muda dan pucuk lah yang biasa digunakan untuk budidaya tebu di Indonesia.

Waktu Penanaman Tebu

Cara budidaya tebu yang harus diperhatikan selanjutnya adalah waktu penanamannya. Penanaman tebu juga harus dilihat dari iklim dan cuaca.

Untuk daerah yang memiliki tanah basah, waktu yang tepat untuk bercocok tanam adalah saat musim kemarau, sekitar bulan April sampai dengan September.

Dan untuk daerah yang tanahnya bersifat kering, pilihlah waktu musim penghujan sekitar bulan Oktober sampai Desember.

Hal tersebut dilakukan supaya pertumbuhan tebu menjadi lebih maksimal.

Perlu diingat juga, untuk waktunya diatas bersifat opsional, karena saat ini iklim sudah mulai tidak menentu dikarenakan pemanasan global.

Proses Penanaman Tanaman Tebu

Untuk proses penanaman, yang kami akan ulas adalah dengan menggunakan bibit batang muda yang sehat.

Berikut merupakan urutan penanamannya:

– Step 1 (Pilih bibit):

  • Pilih batang muda yang sehat sehingga bisa digunakan untuk menghasilkan tanaman tebu yang baru.
  • Bersihkan batang tebu tadi dari daun dan bunga yang masih menempel.
  • Potonglah setiap batangnya sepanjang 25-30cm dan setiap batangnya ada 2-3 ruas, buat sebanyak jumlah tebu baru yang ingin dihasilkan.

– Step 2 (Membuat galian):

  • Buatlah galian tanah sedalam 8-10 cm, pilih tanah yang selalu terpapar sinar matahari langsung.
  • Galian dibuat sebanyak batang yang digunakan dan buat jarak setiap galian sepanjang 20-25cm.
  • Sirami galian menggunakan air secukupnya sebelum memasukan batang bibit.
  • Masukan batang tebu yang baru (bibit baru) dengan posisi berbaring (horizontal), jangan ditanam dengan posisi tegak, karena tidak akan bisa tumbuh.
  • Tutup galian tebu tadi dengan tanah.

– Step 3 (Pemupukan):

Untuk pupuk, pilihlah pupuk organik seperti pupuk kandang kambing, sapi atau ayam. Karena pupuk kandang memiliki banyak nitrogen yang membuat tanaman tebu menjadi subur.

Lakukan pemupukan pada saat awal saja, saat tunas mulai muncul.

– Step 4 (Perawatan):

Cara budidaya tebu yang harus diperhatikan saat perawatan tanaman adalah membasmi gulma serta rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman.

Ancaman Budidaya Tebu

Dibalik usaha yang maksimal untuk menghasilkan tebu yang berkualitas, para petani tebu juga dihadapkan dengan masalah ancaman yang akan menyerang tanaman tebu mereka.

Diantara ancaman tersebut berupa masalah hama ataupun penyakit tanaman lainnya, seperti luka api, noda kuning, garis kuning, serta ulat ulat tanaman yang biasa menyerang batang tebu.

Hama dan Penyakit Tanaman Tebu

Berikut ini merupakan jenis hama yang biasa menyerang tanaman tebu:

  • Ulat Akar

budidaya tebu

Ulat jenis ini biasanya merusak akar tebu.

  • Ulat Batang

budidaya tebu

Ulat jenis ini yang biasa merusak batang tebu.

  • Noda Kuning

budidaya tebu

Penyakit noda kuning ini terjadi dikarenakan serangan hama dan hasil bibit yang kurang bagus, bisa juga terjadi karena kurangnya pengawasan dari para penanam tebu.

Untuk menghindari ancaman hama dan penyakit yang menyerang para budidaya tebu adalah dengan menggunakan bibit tebu berkualitas, pengaturan pola tanam yang baik. Jika ada tanaman yang sudah terkena, segera dimusnahkan agar tidak merambat ke batang lainnya.

Musim Panen Tebu

budidaya tebu
kompasid

Masa panen tebu biasanya dilakukan pada saat memasuki akhir tahun, yaitu sekitar bulan Oktober atau November. Dalam 1 tahun, tebu hanya bisa dipanen sekali saja.

Manfaat Tebu Untuk Kesehatan Tubuh

budidaya tebu
Hellosehat

Bagi para budidaya tebu, hal lain yang bisa dihasilkan dari tebu adalah sebagai obat untuk beberapa jenis penyakit, diantaranya:

Mencegah Dehidrasi

Manfaat tebu yang pertama adalah mencegah dehidrasi. Kadar air dalam tebu juga tidak sembarangan, berbagai macam jenis mineral ada didalamnya, seperti kalsium, kalium, elektrolit alami serta zat besi.

Nah, untuk itulah air tebu berkhasiat untuk menghilangkan dehidrasi, apalagi ketika cuaca terik. Cobalah untuk mengkonsumsi air tebu menggunakan es batu hehe.

Mencegah Resiko Penyakit Ginjal

Didalam batang tebu terdapat zat alkali, zat tersebut berguna untuk pemanis alami dalam gula tebu. Sehingga dengan mengkonsumsi air tebu bisa mencegah dan mengurangi resiko penyakit ginjal. Cobalah untuk mulai rutin mengkonsumsi air tebu setiap minggunya.

Menambah Energi

Khasiat tebu selanjutnya yaitu menambah energi untuk tubuh kita. Kandungan elektrolit yang ada didalam air tebu juga berkhasiat untuk menambah energi pada tubuh. Penambahan energi tubuh berefek juga terhadap daya tahan serta metabolisme tubuh, sehingga tubuh menjadi lebih kuat menghadapi penyakit.

Mencegah Resiko Kanker Payudara

Air tebu juga mengandung anti oksidan yang cukup baik untuk melawan dan mencegah pertumbuhan kanker payudara, tapi hal tersebut perlu penelitian lebih lanjut.

Itulah beberapa manfaat dari air tebu yang bisa kamu dapatkan jika mengkonsumsinya secara tepat.

Alur Proses Budidaya Tebu

budidaya tebu
sinderkebuntebu/blogspot

Kurang lebih seperti itulah alur budidaya tebu hingga menghasilkan profit untuk para pemiliknya.

Keuntungan Budidaya Tebu

budidaya tebu

 

Berikut merupakan keuntungan dari budidaya tebu:

  1. Resiko gagal panen lebih rendah dibandingkan tanaman lain semisal padi atau sayur-sayuran.
  2. Perawatannya relatif mudah dan murah, hanya perlu dikontrol, bahkan ada juga tebu yang tinggal tancap langsung tumbuh. Dan juga hanya perlu pemupukan diawal saja.
  3. Return of Invesment atau bisa dibilang untungnya cukup menjanjikan, memang tidak sangat besar. Tapi bila dilihat dari resiko yang ada, kamu tidak akan mengalami kerugian yang cukup besar, dibandingkan tanaman lain yang keuntungannya cukup tinggi dibandingkan tebu.

Ingat, selalu pilih lahan, bibit dan waktu tanam yang tepat, supaya terhindar dari kerugian dan gagal panen.

Demikian informasi tentang budidaya tebu yang efisien. Semoga bermanfaat 🙂

Seseorang yang mencoba menjadi bermanfaat untuk sesama 🙂

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: