Mendapat Beasiswa S1

Mendapatkan beasiswa untuk bisa kuliah merupakan impian banyak orang, termasuk gue, setelah lulus dari SMK yang ada dipikiran gue adalah bagaimana gue bisa lanjut kuliah, dimana aja, intinya kuliah.

Gue juga gak mau ngerepotin ibu yang saat itu menjadi tulang punggung satu-satunya di keluarga, setelah bapak tiada, jadi mau gak mau gue harus cari beasiswa atau kuliah sambil kerja.

Ada kalimat yang membuat hati gue terketuk, saat itu ibu bilang ke gue,

“Rif, kamu mau kemana lagi? Kuliah atau kerja? Kalo mau kuliah biaya sendiri, mamah gak sanggup kalo harus biayain kamu kuliah”. Kalimat tersebut langsung “menancap” dihati, “gue gak boleh mengeluh, harus berusaha”.

Saat itu juga gue langsung memohon kepada Allah, supaya memberikan jalan keluar dari problem yang gue hadapi.

“Ya Allah yang Maha Kaya, berilah aku kemudahan untuk bisa melanjutkan kuliah, karena tiada daya dan upaya kecuali dari-Mu”, doa gue setiap saat.

Sebenernya saat lulus SMK gue dapat undangan bidik misi, tapi bukan rahasia umum kalo SMK hampir sulit untuk bisa lolos, makannya gue harus berusaha mencari jalur lain. Hari demi hari terus berlalu, waktu pendaftaran S1 sudah mulai dibuka, akhirnya diawal gue mencoba mendaftar di LP3I, tapi karena jalur beasiswa disana sudah ditutup gue gak jadi daftar.

“Astaghfirullah, telat daftar gue, kenapa baru tau infonya sekrang?” ucap batin gue.

Jawaban Itu Datang Bertubi-tubi

Source: google

Gue masih ingat betul, saat itu adalah bulan Ramadhan, gue berharap Allah mengabulkan doa gue, akhirnya jawabannya mulai terlihat.

Selepas solat zuhur, gue gunakan untuk membaca Quran (maklum Ramadhan kejar khataman hehe). Setelah selesai membaca Quran, gue coba buka FB dan tiba-tiba ada iklan beasiswa kurang mampu dari STT Nurul Fikri muncul dibranda gue.

“Ya Allah inikah jawaban dariMu?” batin gue, saat itu juga hati gue merasa sedikit tenang.

Gak pake lama, gue langsung memberikan informasi tersebut ke ibu gue dan memberanikan diri untuk mendaftar, walaupun ibu gue belum punya uang sama sekali buat biaya pendaftarannya, yang hanya sebesar 150ribu. Serius 150ribu aja gak ada.

Tapi Allah maha baik dan maha kaya, selang beberapa hari dari info beasiswa tersebut, tiba-tiba gue disuruh datang ke rumah temen gue, untuk bertemu ibunya (kebetulan emang dia orang berada).

Disana gue ngobrol-ngobrol dan pas pulang dikasih sarung, kurma dan amplop, yang ternyata didalamnya berisi uang 500ribu, Alhamdulillah, hati gue langsung terharu. Sekenario Allah tidak ada yang tahu. Padahal ngobrolnya gak membahas tentang uang sama sekali. Uang tersebut gue gunakan untuk biaya pendaftaran dan tes urin, untuk syarat tes kesehatan.

Masalah muncul saat gue tes soal-soal dari NF, karena basic gue SMK jadi ada beberapa pelajaran yang gue gak bisa, kaya kimia, biologi, fisika, yaa diajarin sih, tapi gak kayak anak-anak SMA. Hasil tes gue pun saat itu dibawah 5.

“Oh My God, bisa diterima gak nih gue?” Gue harap-harap cemas.

Karena jalur beasiswa, gue disarankan untuk mengambil jurusan SI (Sistem Informasi), saat itu gue pilih TI (Teknik Informatika).

“Okelah gak apa-apa, yang penting gue bisa kuliah” ucap batin gue.

Singkat cerita, akhirnya gue diterima dan bisa merasakan ospek 😀

Jualan Gorengan di Kantin Kejujuran

Source: google

Selain belajar, masa kuliah juga gue gunakan untuk mencoba berbisnis kecil-kecilan. Di saat semester 3 gue berjualan gorengan (risol dan tahu krispi) di kantin kampus, kebetulan modelnya kantin kejujuran, jadi tinggal taro gorengannya aja gak perlu dijagain. Setiap harinya gue bisa dapet uang tambahan 10-15ribu, Alhamdulillah, hampir setiap hari gorengan gue habis dan kalo gue gak bisa dagang pasti pada nyariin hehe.

Di semester 4 gue coba jualan case hape secara online via instagram, bisa buat nambah uang jajan juga, karena sistemnya dropship, jadi gak perlu modal buat beli barangnya dulu.

Sangkin asyik ngurusin uang tambahan untuk bantu ibu, disemester 6 beasiswa gue harus berkurang 3%, semester 7 berkurang 20% dan semester akhir 50%, karena gak ikut organisasi kampus (salah satu syarat beasiswa). Hal ini gue lakukan supaya gue bisa membagi waktu yang ada, akhirnya organisasi kampuslah yang gue korbankan.

Diawal-awal kuliah gue termasuk orang yang rajin organisasi, BEM dan UKM futsal, bahkan disemester 5 gue sempat ikut LDK (Lembaga Dakwah Kampus) walau akhirnya gue harus mengundurkan diri karena suatu hal.

Pengalaman Magang

Pabrik ban FDR di Cileungsi, Bogor.

“Rif udah dapet tempat magang?” Itulah pertanyaan yang sering gue terima saat semester 6, disemester tersebut memang diwajibkan magang di perusahaan. Berkali-kali juga gue jawab “belum tau nih/belum dapet nih”, emang saat itu juga gue bingung mau magang dimana.

Pencerahan mulai ada saat angkatan gue bukber (buka bareng), gue masih ingat saat itu hari Jumat, ada teman gue (Raidah dan Reza), yang magang di PT.SRI (Suryaraya Rubberindo Industries, bawahannya Astra yang memproduksi ban FDR untuk motor), mereka berdua juga baru masuk magang 3-4 hari.

Kebetulan di departemen dia magang masih kurang 1 slot anak magang, dan sebelumnya gue udah minta info ke dia kalo ada lowongan magang.

“Rif, lu mau magang ditempat gue gak? Masih ada slot 1 orang lagi nih”. Kata Raidah.

“Serius, masih bisa masuk nih?”. Tanya gue sambil berharap bisa.

“Insya Allah bisa, gue juga diminta sama Pak Agung (Kepala Departemen temen gue magang), kalo Arif jadi suruh kesini aja”. Jawab Raidah.

Karena mereka udah ngasih tau ke Pak Agung kalo ada temennya (gue) yang belum dapet tempat magang.

Akhirnya di hari Seninnya gue kesana untuk wawancara dan perkenalan tempat magang.

“Alhamdulillah akhirnya bisa magang juga gue”. Kata gue dalem hati.

Di tempat magang ada juga temen-temen dari kampus lain, dari Tazkia 4 orang yang fokus mengurusi sistem akuntansi, STMI 4 orang, kampus gue (STT NF) 4 orang, dan UMS 2 orang. Kita semua ditugaskan untuk mengimplementasikan sistem ERP (Enterprise Resource Planning) di koperasi karyawan PT. SRI. Ditargetkan selesai selama kita magang (-+ 60 hari kerja).

Saat itu gue bertugas mensetting email gateway, tugasnya cukup mudah sebenernya setelah dipelajari, dibandingkan tugas temen-temen gue yang lainnya. Beruntungnya gue, Alhamdulillah.

 

Bukber Teman Magang

STT NF+Tazkia

Di awal-awal magang, baru dari kampus gue dan Tazkia aja yang dateng, temen-temen dari UMS dan STMI saat itu belum bergabung, kebetulan saat Ramadhan kita juga mengadakan bukber agar saling mengenal satu sama lain, juga untuk menjalin silaturahim sesama muslim, haseeek 😀

 

Presentasi Hasil Email Gateway

Foto bersama setelah presentasi

Setelah hampir 3 bulan berkutat dengan sistem ERP, banyak pengalaman dan pembelajaran yang gue dapatkan, belum lagi Pak Agung nya yang super humble, hampir setiap hari beliau memantau progress yang kita kerjakan. Hambatan apa aja yang ada setiap harinya dan berbagai diskusi yang menarik, baik tentang ERP atau hal lainnya.

Diakhir masa PKL, peserta magang diwajibkan presentasi hasil dari proses magangnya selama -+ 60 hari kerja, presentasi ini juga menjadi bahan evaluasi bersama, supaya sistem ERP di koperasi kedepannya lebih baik lagi. Juga untuk mendapatkan hasil penilaian dari tempat magang yang akan diberikan ke pihak kampus.

Tambahan haha

Akhirnya Bisa Wisuda

Wisuda Sarjana

Setelah perjalanan yang panjang dan melelahkan, ditambah dengan banyaknya “bumbu-bumbu” kehidupa, akhirnya perjuangan itu mencapai tahap akhir. Sekali lagi gue tegaskan:

Skenario Allah mungkin awalnya terasa berat bagi kita, tapi yakinlah, Allah tahu yang terbaik untuk hamba-hambanya.

Doakan gue semoga selalu istiqomah dalam kebaikan, ilmu yang gue dapat selama kuliah dapat gue amalkan dan penuh keberkahan 🙂

Chapter kehidupan baru dimulai lagi, mau apa lagi kau setelah lulus ini rif?

Seseorang yang mencoba menjadi bermanfaat untuk sesama 🙂

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: