Pengalaman Masuk Pondok

Saat SMP adalah bukan pertama kalinya gue masuk pondok, sedikit intermezo aja, saat berumur 3 tahun gue pernah loh mondok, loh kok bisa..? Jadi saat gue dikandungan, ibu gue cek USG dan ternyata hasilnya anak yang dikandungan itu perempuan, ibu gue seneng, karna dia maunya anak pertama itu perempuan, beda halnya dengan bapak gue, dia maunya anak laki-laki.

Akhirnya dia bilang ke ibu gue “Saya lebih percaya komputer Allah daripada komputer manusia”.

Wess bapak gue yang cuma lulusan SD ngomongnya berat euyyy haha… (yaa walaupun pada akhirnya harus pasrah juga terhadap apa yang Allah titipkan).

Akhirnya bapak gue nazar untuk memondokan anaknya kalo yang lahir itu laki-laki dan ternyata yang lahir itu beneran laki-laki (yaitu gue).

Kepercayaannya kepada Allah menjadikan keinginannya terkabulkan, yaitu punya anak pertama laki-laki.

Saat ini gue juga baru tau kalo memang hasil USG itu bisa aja salah, jadi ada perbandingan salahnya sekian persen untuk laki-laki dan perempuan, seinget gue presentasi akurat laki-laki lebih besar dari perempuan, bisa baca lebih lanjut disini.

Read morePengalaman Masuk Pondok

Tak Kenal Maka Ta’aruf

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman didalam Al-Quran:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْناكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثى وَجَعَلْناكُمْ شُعُوباً وَقَبائِلَ لِتَعارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ”

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat:13)

Ta’aruf saat ini sering dipersempit maknanya, dimasyarakat kata tersebut biasa digunakan untuk 2 orang insan yang ingin melajutkan proses kejenjang pernikahan, tidak salah sih, namun sejatinya ayat diatas merupakan dalil “umum” untuk siapa saja agar saling berkenalan dengan saudara muslim lain dan juga saudara sebangsa senegara.

Bayangkan kalau kita tidak saling mengenal?

Apakah kita mampu hidup secara individu tanpa bantuan orang lain?

Tentu hal tersebut mustahil untuk kita lalui, apalah daya kita tanpa ibu dan bapak kita, apalah daya kita tanpa orang-orang yang membantu kita dalam setiap aktivitas dan problematika kehidupan yang kita lalui. Karena sejatinya kita adalah mahluk sosial yang butuh sosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain, itulah pentingnya untuk kita saling berta’aruf 🙂

Introduction MySelf

Source: Instagram.com/elnandar

 

Read moreTak Kenal Maka Ta’aruf