Perjalanan Menuju SINTESA 7

Cerita bermula saat tahun 2015, saat itu gue semester 4 atau 5, kalo kalian baca cerita kuliah gue, disaat semester itulah gue memulai bisnis. Saat lagi jam istirahat gue ngecek sosmed dan ketemulah FP (Fanpage Facebook) Sintesa, entah kenapa saat itu gue langsung tertarik untuk like dan melihat FP nya, saat itu baru penerimaan angkatan 1 kalo tidak salah.

Akhirnya gue baca-baca dan langsung tertarik untuk bergabung di Sintesa, tapi karena masih kuliah, gue harus menunda keinginan tersebut, hingga akhirnya gue lupa kalo pernah nge like FP tersebut.

Seiring berjalannya waktu, keinginan gue untuk masuk Sintesa muncul lagi saat tau temen liqo gue (tahun 2012) masuk ke sana, Abdurrahman Kholis, tapi lagi-lagi gue harus menundanya, karena saat itu gue juga masih kuliah.

Setiap tahunnya gue selalu memperhatikan FP tersebut, siapa tau ada pembukaan santri baru, gue harus cepat-cepat daftar. Keinginan gue saat itu untuk bergabung ke Sintesa begitu tinggi.

Hampir Bergabung di Angkatan 6

Saat itu pendaftaran dibuka dipertengahan tahun, kalo gak salah bulan Agustus 2017, saat itu juga gue sedang menyelsaikan skripsi untuk melaksanakan sidang akhir.

Gue sudah pasang terget, selesainya sidang akhir bisa daftar di Sintesa, tapi takdir Allah berkata lain. Gue lagi-lagi harus menunda keinginan tersebut karena sidang akhir gue tertunda, harus menunggu sekitar 1 semester lagi untuk melaksanakan wisuda.

Karena ada beberapa teman angkatan juga yang belum melakukan sidang hasil dan sidang akhir. Dari info di komen FP Sintesa, pendaftaran dibuka lagi sekitar bulan Februari 2018, akhirnya gue harus menunggu gelombang berikutnya untuk bisa bergabung di Sintesa.

Menjadi OJOL (Ojek Online)

Selfie bareng penumpang

Waktu 1 semester tersebut gue gunakan untuk mencari uang tambahan, karena beberapa bisnis gue yang tidak berjalan baik (namanya juga usaha hehe), akhirnya gue memutuskan untuk menjadi supir ojek online sementara waktu, karena hasilnya yang lumayan, saat itu gue bisa mengumpulkan uang 2,5juta/bulannya.

Mencari tempat kerja juga gue lakukan pada saat itu, tapi karena SKL dan Ijazah belum ada, akhirnya banyak lowongan yang gue lewatkan, karena perlunya berkas tersebut. Sebenernya bisa aja kalo magang kerja, cuma gue belum dapet tempat yang cocok untuk magang.

Pengelaman menjadi OJOL yang gue lakukan selama ±3 bulan gak akan pernah gue lupakan, banyak bertemu, berbincang dengan customer, dan berbagai macam hal-hal menarik lainnya. Seperti, gue pernah dikasih uang 200ribu sama penumpang karena ban bocor, dikasih nasi kuning untuk makan pagi (sarapan), diminta no WA, dan lain-lain.

Hingga akhirnya di akhir tahun 2017 gue berhenti menjadi OJOL karena masuk musim hujan, gue sempet kena demam beberapa minggu hingga akhirnya memutuskan untuk berhenti. Waktu itu juga gue sempat menanyakan kepada admin FP Sintesa tentang rentang umur diatas 23 tahun, karena syaratnya waktu itu maksimal 23 tahun, dan dijawab “Bisa, Insya Allah”, akhirnya perasaan gelisah gue hilang, karena masih ada harapan untuk masuk ke Sintesa.

Pendaftaran Dibuka

Info Pendaftaran di Instagram

Akhirnya kabar baik itu datang, saat gue sedang membuka Instagram, tiba-tiba ada info dari akun Sintesa (sudah gue follow sebelumnya) bahwa sudah dibuka pendaftaran angkatan ke 7.

“Alhamdulillah, semoga sekarang saatnya”. Ucap gue.

Saat itu juga gue langsung mendaftar dan terus berdoa semoga bisa diterima di Sintesa dan ternyata batasan umurnya sudah berubah, yang sebelumnya maksimal 23 tahun menjadi 25 tahun.

“Usaha gue menunggu hampir 3 tahun semoga berujung manis”.

HP ibu gue sempat hilang, untuk antisipasi hal hal yang tidak diinginkan akhirnya terpaksa gue daftar 2 kali, dan menjelaskan bahwa nomer kontak ibu gue tidak aktif.

Setiap hari gue berharap ada kabar baik dari Sintesa, untuk tes seleksi.

Di akhir bulan Januari, ada SMS masuk di HP, dan ternyata dari pihak Sintesa yang akan melakukan wawancara dan tes baca Qur’an dihari besoknya. Karena besok ada solat gerhana akhirnya gue kontaklah nomer tersebut agar ditunda waktunya, karena saat itu sedang ada solat gerhana di masjid gue. Diteslah gue dihari selanjutnya, tes bacaan Qur’an, perihal izin orang tua dan alasannya untuk bergabung ke Sintesa.

Gue juga memberitahu bahwa gue belum di wisuda, tapi segala macam aktifitas perkuliahan sudah selesai, panitia akan mendiskusikannya, hal itulah yang sedikit membuat gue gelisah, karena takut tidak diterima.

Pengumuman Calon Santri Baru

Pengumuman Santri Sintesa

Akhirnya waktu pengumuman tiba, infonya ada di FP Sintesa, gue langsung bergegas ke laman yang sudah tertera, sambil berharap nama gue tercantum disana, dan…

“Alhamdulillah,, Terimakasi Ya Allah”, saat itu juga gue ucapkan syukur karena nama gue tercantum, yash, akhirnyaa 🙂

Saat itu juga gue langsung tanyakan perihal wisuda yang belum gue lakukan, akhirnya dari pihak Sintesa memberikan gue keringanan, yang sebelumnya harus sampai Sintesa tanggal 15 Februari jadi tanggal 25 Februari.

Ada hal unik yang terjadi, saat gue liat pengumuman tersebut, gue menemukan 2 nama yang gak asing, yaitu Badi dan Ulwan. Tanpa pikir panjang akhirnya gue DM lah mereka berdua, menanyakan hal tersebut. Ternyata benar, mereka berdua juga mendaftar disini, dan ternyata Ulwan adalah sepupu dari Mas Fatih (pendiri Sintesa)

Gue sebenernya punya temen liqo yang dia itu sepupunya Mas Fatih juga tapi gue belum tau kalo ternyata temen liqo gue itu kakaknya Ulwan, Oh my God -.-”

Persiapan Ke SINTESA

Source: google

Selang beberapa hari dari pengumuman tersebut, gue langsung mencari tiket kereta api, supaya gak ke habisan. Akhirnya dapatlah tiket murah ke Madiun, gue booking dari 2 minggu sebelumnya. Sebenernya gue mau berangkat bareng Badi, tapi karena gue wisuda dulu akhirnya hal tersebut gak kesampean. Gue juga melakukan persiapan barang-barang yang akan gue bawa, dan meluruskan niat gue untuk mencari ilmu disini. Bismillah….

Berangkat ke SINTESA

Source: google

Sehari setelah wisuda berangkatlah gue ke Stasiun Pasar Senen untuk melakukan keberangkatan gue ke Sintesa, sebelum berangkat gue juga pamitan dengan teman teman dan tetangga di sekitar rumah, dan juga meminta doa supaya ilmu gue berkah disini.

Saat ke stasiun Pasar Senen ibu gue ikut mengantar, dan memberikan doanya yang terbaik untuk anak pertamanya yang akan merantau mencari ilmu.

Tepat jam 5 sore, jalanlah kereta gue menuju Madiun, didalam jadwal sih seharusnya sampai jam 5 pagi, ± 12 Jam perjalanan gue ke Madiun, di kereta gue sempat gak bisa tidur karena senangnya gue akhirnya cita-cita gue masuk Sintesa sebentar lagi terlaksana, Alhamdulillah.

Bertemu Dengan Teman Baru

Angkatan 7 nyapu Masjid Jaranan

Pas azan Subuh gue sampai di stasiun Madiun dan langsung melaksanakan sholat Subuh disana. Setelah solat gue booking go-jek ke Sintesa, dan akhirnya sampailah gue disini, ya di Sintesa, dimana gue menulis artikel ini sebagai tugas awal gue.

Tidak lupa juga sebagai rasa syukur karena angkatan 7 diterima semua, tidak lupa kami kemaren mengadakan acara makan bersama dengan angkatan 6, semoga ilmu yang kami dapatkan disini bermanfaat untuk agama, negara, nusa dan bangsa, aamiiinnn.

Syukuran angkatan 7

 

 

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: