Baju Adat Tradisional Indonesia Kalimantan Dan Sulawesi

Pakaian Tradisional Indonesia – Melanjutkan pembahasan sebelumnya tentang Baju Adat Indonesia di Jawa kali ini kita akan memberikan pengetahuan tentang Pakaian tradisional Indonesia dari wilayah lainnya di negeri ini.

Sebelum itu mari kita simak video berikut ini:

Baca Juga: Pakaian Adat Pulau Jawa

Pakaian Tradisional Kalimantan Selatan

pakaian tradisional indonesia

Pakaian tradisional Indonesia yang berikutnya berasal dari Kalimantan Selatan alias Kal Sel. Provinsi yang beribu kota Banjarmasin ini secara umum dihuni oleh masyarakat suku Banjar. Dengan populasi lebih dari 3,6 Juta jiwa, yang lebih dari 60% nya berasal dari suku Banjar.

Ada 4 pakaian tradisional yang dimiliki oleh suku Banjar sendiri, pakaian adat tersebut juga menjadi ikon Kal Sel secara keseluruhan, pakaian itu adalah pangantin baamar galung pancar matahari, pangantin babaju kubaya panjang, pangantin Babaju Kun Galung Pacinan dan pangantin Bagajah Gamuling Baular Lulut.

Mari kita bahas satu persatu.

 

Pangantin Baamar Galung Pancar Matahari

pakaian tradisional indonesia

Sesuai dengan kata pangantin, baju adat ini digunakan dalam acara pernikahan para masyarakat Banjar. Pakaian adat tersebut sangat kental dengan nuansa cerah bagaikan pancaran sinar matahari.

Pakaian ini sudah masuk ke Kal Sel sekitar abad 17- 18. Dari segi model, pakaian tradisional Indonesia yang satu ini memadukan budaya Jawa dan kulturan budaya Islam yang saat itu mulai berkembang. Dari aksesoris yang digunakan pun didominasi oleh warna yang cerah pula seperti warna mas dan silver.

Untuk atasan dan bawahannya dibuat dari bahan yang sama dan bercorakkan bunga. Untuk pria kain batik yang ukurannya setengah paha diikatkan dipinggang, sedangkan kain batik untuk kaum wanitanya dijadikan rok.

Hiasan untuk kepalanya pun cukup unik, hampir mirip dengan model suku Madura, namun dengan warna cerah serta muncung yang lebih tinggi. Di sana dinamakan dengan nama roncean bogam.

Pangantin Babaju Kubaya Panjang

pakaian tradisional indonesia

Jenis selanjutnya juga pakaian yang biasa digunakan untuk acara pernikahan dan menyambut kerabat serta sanak keluarga yang hadir saat acara pernikahan. Saat ini modelnya sudah mendapat sedikit sentuhan kekinian namun tetap menjaga esensi budaya yang ada.

Bagi pengantin muslimah biasanya dipadukan dengan aksesoris jilbab yang cerah serta mahkota dikepala, membuat mempelai wanita lebih anggun dan cantik.

Pangantin Babaju Kun Galung Pacinan

pakaian tradisional indonesia

Baju adat selanjutnya memiliki nuansa tiongkok dan Timur Tengah, nuansa timur tengah sendiri biasa diterapkan kepada pengantin prianya. Dengan pakaian berupa gamis dan luaran jubah sangat mempertegas sisi Islaminya, untuk kepalanya menggunakan sorban yang dililitkan di kepala atau bisa juga menggunakan kopiah alpe.

Untuk pengantin wanita bernuansa tiongkok, menggunakan kebaya panjang untuk atasannya, rok pias bercorak bunga/ kembang yang berwarna cerah, melambangkan kehidupan kedepannya yang gemilang.

Pengantin yang beragama muslim juga tak luput dengan penggunaan hijab sebagai penutup kepalanya.

Pangantin Bagajah Gamuling Baular Lulut

pakaian tradisional indonesia

Berbeda dengan pakaian pengantin sebelumnya yang sangat melekan nuansa islam/ Timur Tengah nya. Pakaian pengantin yang ini merupakan warisan dari budidaya agama Hindu yang dahulu sangat kental di Kal Sel.

Untuk kaum prianya hanya menggunakan celana berbahan halus dan dada terbuka, hanya dilengkapi dengan aksesoris kalung dan sebilah keris kecil yang diselipkan di pinggang.

Sedangkan untuk kaum wanita menggunakan kemben bernama udat serta hiasan bunga melati yang digunakan untuk kalung juga untuk hiasan mahkota kepala.

Pakaian Adat Kalimantan Barat

pakaian tradisional indonesia

Pakaian tradisional Indonesia berikutnya berasal dari provinsi Kalimantan Barat biasa disingkat dengan Kal Bar. Umumnya provinsi Kal Bar sendiri dihuni oleh masyarakat suku Melayu serta suku Dayak. Untuk suku Melayu pakaian adat yang digunakan rata-rata seperti orang Melayu pada umumnya.

Sedangkan untuk suku Dayak sendiri pakaian yang digunakan untuk pria bernama King Baba dan untuk kaum wanitanya bernama King Bibinge.

King sendiri berartikan pakaian, baba itu lelaki dan bibinge adalah wanita.

Ke dua pakaian ini terbuat dari bahan kulit kayu kapuo atau bisa juga menggunakan kulit kayu ampuro. Kayu tersebut berasal dari pohon asli (endemik) khas Kalimantan.

Kayu tersebut diambil seratnya untuk kemudian dijadikan pakaian dan dihias dengan hiasan khas suku dayak. Bentuk dari pakaiannya menyerupai rompi, dimana bentuk tersebut masih dilestarikan turun temurun dari nenek moyang mereka.

Untuk bagian bawahannya menggunakan kain biasa yang panjangnya menutupi lutut. Aksesoris lainnya adalah bulu enggang, yang berasal dari burung khas Borneo yang sudah hampir punah, ada juga senjata berupa sebilah mandau dan prisai yang menandakan suku Dayak suka berburu dan bertarung untuk menjaga wilayah mereka.

Pakaian Tradisional Indonesia – Kalimantan Tengah

Pakaian adat Indonesia berikutnya berasal dari Kalimantan Tengah, disingkat Kal Teng. Didaerah ini juga banyak dihuni oleh suku Dayak, jadi tak heran jika banyak kemiripan dalam hal budaya, salah satunya ialah pakaiannya.

Pakaian tradisional asli Kal Teng sendiri terbuat dari serat kulit kayu, berbentuk menyerupai rompi tanpa lengan dan hiasan uang logam, kancing, dll. Taklupa pula senjata tradisional asal suku Dayak berupa perisai, sebilah mandau atau tombak tajam.

Pakaian Tradisional Kalimantan Utara

pakaian tradisional indonesia

Berikutnya yang akan kita bahas ialah pakaian tradisional Indonesia dari Kalimantan Utara. Provinsi yang berusia muda diwilayah kalimantan ini sebenarnya merupakan pemekaran dari Kalimantan Timur.

Maka dari itu pakaian adatnya pun sama yaitu Baju Ta’a dan Sapei Sapaq. Tapi untuk membedakan ke 2 nya (Utara dan Timur) maka dibuatlah corak yang berbeda pula, corak tersebut menandakan khas budaya masing-masing.

Pakaian Adat Kalimantan Timur

pakaian tradisional indonesia

Kalimantan Timur atau Kal Tim, memiliki 2 suku besar yang menghuni wilayah tersebut, yaitu suku kutai dan suku Dayak. Untuk pakaian suku dayak kal tim hampir sama dengan pakaian suku dayak yang ada di wilayah kalimantan.

Hanya saja ada beberapa filosofi yang diselipkan disetiap pakaian dayak yang dibuat sebagai ikon wilayah masing-masing.

Untuk suku Kutai sendiri pakaian asli suku tersebut bernama baju kustim, pakaian tersebut biasa digunakan dalam acara pernikahan orang-orang suku kutai, jika dilihat sekilas disainnya mirip dengan pakaian adat Jawa.

Dengan atasan yang dipadukan dengan sebuah rompi berwarna hitam, bawahan celana bahan panjang berwarna hitam serta penutup kepala yang disebut topi berbulu.

Sedangkan untuk wanitanya menggunakan kebaya bercorak cerah, bawahan batik celup serta hiasan kepala dari bunga melati dan aksesoris khusus wanita lainnya seperti kalung, gelang, anting, dll.

Saat ini baju Kustim juga biasa digunakan oleh para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di setiap acara/ moment tertentu.

 

Pakaian Tradisional Indonesia dari Gorontalo

pakaian tradisional indonesia

Pakaian adat Indonesia berikutnya ialah Biliu dan Mukuta. Pakaian adat tersebut berasal dari Provinsi Gorontalo dan memeliki warna cerah seperti kuning sebagai tanda kesetiaan, ungu untuk hal kewibawaan, hijau sebagai lambang kesejahteraan, kedamaian serta kesuburan dan warna merah melambangkan jiwa berani dan tanggung jawab.

Hampir sama seperti pakaian adat pada umumnya yang digunakan pada saat acara pernikahan, pakaian baliu dan mukuta juga demikian.

Untuk pengantin wanita menggunakan bibilu, bibilu sendiri terdiri dari pakaian atasan berupa baju tertutup, dan bawahan celana panjang.

Untuk aksesorisnya sendiri cukup banyak, yaitu lai-lai, bulu unggas warna putih, yang digunakan di ubun-ubun. Lotidu, kain dengan motif manik-manik untuk selempangan dada, gelang emas yang dinamakan pateda.

Buohu Wulu Wawu Dehu atau kalung berwarna emas, Baya Lo Boute untuk hiasan kepalanya, selanjutnya etango yaitu ikat pinggang khusus yang dibuat untuk wanita.

Dan yang terakhir adalah luobu atau kuku buatan yang juga memeiliki warna emas.

Untuk pengantin pria menggunakan mukuta, lengkap dengan aksesoris dan hiasan tambahan sesuai ciri khas kota Gorontalo. Yaitu Bako (kalung), Tudung (penutup kepala khas Gorontalo) dan Pasimeni untuk hiasan bajunya.

Pakaian Adat Sulawesi Tenggara

pakaian tradisional indonesia

Pakaian tradisional Indonesia bernama Babu Nggawi Langgai dan Babu Nggawi ini merupakan pakaian adat khas suku Tolaki, suku tersebut merupakan masyarakat mayoritas di Sulawesi Tenggara (Sel Teng).

Babu Nggawi Langgai sendiri biasa digunakan oleh para pria ketika mereka menikah, pakaian ini terdiri dari atasan baju lengan panjang dengan warna cerah dan corak emas atau silver. Bawahannya celana bahan lengan panjang dengan warna sesuai atasannya.

Ikat pinggang berwarna emas bernama salupi, hiasan kepala yang berbentuk runcing menjulur keatas bernama pabele, sapu tangan berwarna cerah dan tak lupa senjata tradisional khas Sul Teng yaitu keris yang diletakkan di pinggang.

Untuk kaum wanita sendiri menggunakan atasan lipa hinoru, atasan tersebut menyerupai kebaya dengan ukuran yang tidak terlalu ketat. Untuk bawahannya (bernama ro menda) menggunakan rok panjang yang dihiasi dengan motif warna emas dan motif tradisional suku Tolaki.

Motif khas tolaki diantaranya pineburu mbaku, pinetobo, dan motif pinesowi. Tidak ketinggalan juga aksesoris berupa perhiasan seperti gelang pipisu (kecil), gelang bolusu (besar), gelang poto (permata), salupi ngglolopua untuk ikat pinggang seperti kura-kura,  gelang kaki bernama O-langge, kalung eno-eno renggi (pendek) dan kalung eno-eno sinolo berukuran panjang.

Baju Adat Sulawesi Selatan

pakaian tradisional indonesia

Pakaian tradisional Indonesia berikutnya berasal dari Sulawesi Selatan. Provinsi yang dihuni kebanyakan suku Makassar ini memiliki pakaian adat bernama Baju Bodo untuk kaum wanita dan Baju Bella Dada untuk pria.

Pakaian tersebut terbuat dari kain kapas halus dan dibuat sesuai ciri khas masyarakat makassar, memiliki warna cerah seperti merah, kuning, ungu, biru dan hijau. Dahulu warna-warna tersebut digunakan sesuai dengan usia para penggunanya.

Tapi kini kepercayaan tersebut sudah hilang, Aksesoris yang digunakan menggunakan logam untuk memperindah para pemakainya.

Pakaian ini lebih sering digunakan untuk upacara adat atau acara acara resmi lainnya seperti pernikahan dan tarian adat.

 

Pakaian Adat Sulawesi Utara

pakaian tradisional indonesia

Provinsi yang dihuni oleh banyak suku seperti, suku minahasa, suku gorontalo, suku Bolaang Mangondow, dan suku sangihe talaud. Setiap suku tersebut memiliki baju adat yang berbeda-berda sesuai dengan budaya masing-masing.

Baju Adat Suku Minahasa

pakaian tradisional indonesia

Wilayah yang terletak dipesisir Sulawesi Utara ini memiliki peradaban yang cukup maju pada jaman dahulu. Pakaian bajang digunakan untuk aktifitas harian, pakaian tersebut terbuat dari kapas yang diolah sedemikian rupa sehingga menggasilkan kain yang bagus.

Saat upacara adat orang-orang suku minahasa menggunakan pakaian yang lebih modern, cukup menggunakan kemeja dan kebaya serta sarung atau kain batik untuk bawahannya.

Pakaian Adat Bolaang Mangondow

pakaian tradisional indonesia

Jaman dulu masyarakat suku bolaang mangandow menggunakan serat nanas atau kayu untuk ditenun dan dijadikan sebuah kain. Kain tersebut kemudian diolah menjadi baju salu (untuk wanita) dan baniang untuk pria. Namun seiring berkembangnya zaman, masyarakat suku bolaang mulai menggunakan kain kapas untuk bahan pakaiannya.

Pakaian Adat Sangihe Talaud 

pakaian tradisional indonesia

Suku Sangihe Talaud memiliki tradisi upacara bernama Tulude, saat upacara tersebutlah pakaian bernama laku tepu digunakan. Laku tepu sendiri berasal dari kain serat pisang atau kofo, pakaian ini berbentuk lengan panjang dan untaian sampai tumit.

Warnanya dibuat cerah menandakan kekuatan dan tanggung jawab suku sangihe talaud, baik pria serta wanita sama-sama menggunakan baju adat tersebut.

Tak lupa aksesoris lainnya berupa penutup kepala (paporong), selendang (bandang), dan ikat pinggang (popehe).

Pakaian Adat Sulawesi Tengah

pakaian tradisional indonesia

Di Sulawesi Tengah ada pakaian adat bernama Baju Nggembe dan Koje, baju koje digunakan oleh pria sedangkan Nggembe oleh wanita. Sebenarnya baju ini berawal dari suku Kaili, salah satu dari 8 suku yang ada di Sul Teng.

Pakaian nggembe dan koje biasa digunakan untuk acara-acara adat, pesta adat atau pernikahan suku Kaili.

Pakaian Adat Sulawesi Barat

pakaian tradisional indonesia

Kalian pasti pernah mendengar nama-nama berikut, suku bugis, toraja, dan mandar. Yap ke 3 nama tersebut merupakan suku asli dari Sul Bar.

Tapi jika dilihat dari jumlah populasinya maka suku Mandar paling banyak menghuni wilayah Sulawesi barat, ada sekitar 45-55%.

Dari sinilah pakaian adat suku mandar mulai menyebar luas, baju Pattuqduq Towaine dikenal luas saat ini oleh masyarakat. Tak heran saat acara besar seperti pernikahan masyarakat Sul Bar menggunakan pakaian tersebut.

 

Pakaian adat Lainnya silahkan klik berikut.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: