Belajar Tabah Dari Kisah Nabi Yaqub AS

Kisah Nabi Yaqub AS – Nabi Ya’qub AS adalah putera dari salah satu Nabi Allah SWT yakni Nabi Ishaq AS yang mana merupakan cucu dari Nabi Ibrahim AS. Sebelum adanya kelahiran dari Nabi Ishaq AS dan juga Nabi Ya’qub AS, Allah sudah terlebih dahulu memberi tahu kepada Nabi Ibrahim atas kelahiran putera dan juga cucunya.

Malaikat mengabarkan kabar gembira tersebut kepada Nabi Ibrahim dan Siti Sarah. Nabi Ya’qub memiliki saudara kembar yang diberi nama Aishu yang merupakan kakak dari Nabi Ya’qub. Kisah Nabi Ya’qub pun dapat memberikan teladan dan makna untuk umat manusia saat ini.

Berikut ini adalah beberapa kisah Nabi Ya’qub yang kami rangkum khusus hanya untuk kalian.

Kisah Nabi Yaqub dan Saudara Kembarnya

kisah nabi yaqub
source: viva.co.id

Nabi Ya’qub memiliki seorang kakak yang bernama Aishu. Namun, kakaknya ini memiliki sifat yang sangat berbeda dengan Nabi Ya’qub. Aishu memiliki sifat yang pendendam dan sangat iri hati terutama pada adiknya sendiri. Karena menurut Aishu, Ibu mereka lebih sayang kepada Nabi Ya’qub.

Semakin lama hubungan antara kakak beradik ini makin renggang, sikap Aishu makin lama makin menjadi. Sehingga Nabi Ya’qub memutuskan untuk pergi dari rumah dan mengadu kepada ayahnya tentang sikap kakaknya, Aishu, agar diberikan penyelesaian atas konflik yang terjadi diantara keduanya.

Ayahnya menyarankan untuk segera berhijrah dan meninggalkan negerinya sendiri ke suatu daerah di negara Iraq yang bernama Fadan A’raam. Di tempat tersebut terdapat rumah dari saudara ibunya yaitu Laban bin Batu’il. Disana, Nabi Ya’qub melakukan dakwah dan menikah dengan salah seorang putri dari Laban bin Batu’il.

Kisah Hijrah Nabi Ya’qub ke Iraq

kisah nabi yaqub hijrah
source: punakawan

Kisah Nabi Yaqub melakukan perjalanan dari Palestina ke Iraq dengan rintangan perjalanan yang sangat berat, yakni harus melewati gurun pasir yang sangat panas dan juga luas. Hingga suatu ketika ia merasa letih dan lelah atas perjalanannya, kemudian ia memutuskan untuk beristirahat di suatu batu yng besar dan teduh.

Dalam tidur lelapnya, ia bermimpi akan dianugerahi rezeki yang berlimpah, kehidupan yang aman dan damai, serta diberikan anak cucu yang sholeh dan juga sholehah.

Tak hanya itu saja, Nabi Ya’qub juga bermimpi bahwa ia akan diberikan kerajaan yang sangat makmur. Berkat mimpi – mimpi tersebut, Nabi Ya’qub merasa jauh lebih kuat dan bersemangat untuk segera sampai ke Iraq.

Kisah Nabi Yaqub Tiba di Iraq

Akhirnya setelah melewati perjalanan yang sangat panjang dan juga menantang, Nabi Ya’qub pun tiba di Iraq tepatnya di Kota Fadan A’ram.

Nabi Ya’qub bertanya tentang letak keberadaan rumah Laban tersebut. Nabi Ya’qub baru saja mengetahui bahwa Laban merupakan sosok yang dihormati dan sangat terkenal dengan kekayaannya yang berupa peternakan dengan lahan yang sangat luas dan besar.

Hal itu membuat Nabi Ya’qub tidak kesulitan untuk menemukan letak alamat yang ia cari.

Nabi Ya’qub bertanya kepada salah seorang penduduk disana untuk menunjukkan arah ke rumah Laban. Hingga akhirnya ia bertemu dengan sosok gadis cantik bernama Rahil yang sedang menggembala kambing.

Ternyata, gadis tersebut merupakan anak perempuan Laban. Nabi Ya’qub kagum akan gadis yang bernama Rahil. Gadis tersebut mempersilahkan Nabi Ya’qub untuk bertemu dengan pamannya yakni Laban. Laban dengan senang hati menyediakan tempat tinggal untuk Nabi Ya’qub di rumahnya sendiri.

Kisah Keluarga Nabi Yaqub

kisah kehidupan nabi yaqub

Setelah tinggal beberapa hari di rumah Laban, Nabi Ya’qub menceritakan maksud kedatangannya untuk menikah bersama putri dari Laban yakni Rahil. Pesan dari Nabi Ishaq diterima dan disetujui oleh Laban dan akan segera menikahkan keduanya.

Untuk mas kawinnya, Nabi Ya’qub mengerahkan seluruh tenaga yang ia miliki untuk bekerja di peternakan Laban selama 7 tahun lamanya.

Sudah 7 tahun Nabi Ya’qub bekerja di peternakan milik Laban tersebut. Ia langsung menagih janji yang Laban berikan berupa dapat mempersunting anak perempuannya yakni Rahil.

Namun ternyata, Laban justru menawarkan putrinya yang bernama Laiya yang mana merupakan adik dari Laiya.

Alasan Laban menawarkan Laiya untuk dinikahi Nabi Ya’qub yakni karena di adat mereka, kakak haruslah menikah terlebih dahulu baru disusul oleh adiknya.

Namun, Laban memberikan pilihan kepada Nabi Ya’qub untuk dapat menikahi Rahil asalkan bersedia menikahi Laiya untuk dijadikan istri pertama dan Rahil dijadikan istri kedua yang mana syarat untuk mas kawinnya sama seperti semula.

Nabi Ya’qub dikaruniai 12 orang anak, yaitu dari istri pertama atau Laiya bernama Rabin, Syam’un, Lawi, Yahuza, Yasakir, dan Zebulon.

Dari istrinya yang kedua atau Rahil lahir 2 orang anak yaitu Yusuf dan Banyumin. Namun, Rahil meninggal dunia pada saat melahirkan Banyumin. Dari Balhah lahirlah dua orang anak yaitu Yad dan Asyir. Dan dari Zulfar lahir dua orang Daan dan Naftali.

Wafatnya Nabi Ya’qub AS

kisah kehidupan nabi yaqub

Sebelum wafat, Nabi Ya’qub bertanya kepada semua anaknya dimana letak arah kiblat yang mereka ikuti. Dan seluruh anaknya menjawab bahwa kiblat yang mereka ikuti yakni kiblat dari nenek moyang mereka yaitu Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan Nabi Ishaq tentan bertakwa hanya kepada Allah SWT.

Nabi Ya’qub berpesan kepada semua anaknya untuk menjaga aqidah ketauhidan. Ia wafat pada usia 137 tahun dan dimakamkan di sebuah kota di Palestina yang bernama Kota Hebron.

Itu dia sepenggal kisah Nabi Ya’qub AS. Semoga saya, kamu, dan kita semua dapat terus mengamalkan ajaran yang sudah beliau ajarkan untuk kebaikan umat manusia.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: