Cara Mudah Budidaya Cacing | Kisah Sukses

Budidaya Cacing Tanah – Cacing tanah merupakan hewan yang biasa kita jumpai, hewan ini memiliki habitat didalam tanah, kondisi tanahnya pun tidak sembarangan, harus yang lembab dan tidak kering.

Hewan ini juga menjadi indikator untuk para petani, dimana tanah yang ditinggali banyak cacing tanah menandakan bahwa tanah tersebut sehat dan subur, sehingga cocok untuk ditanami.

Cacing juga salah satu komodasi yang banyak dibudidayakan atau diternakan oleh para peternak, karena kebutuhan pasar dalam hal ini cukup banyak dan cukup menjanjikan.

Biasanya para budidaya cacing memilih jenis cacing tanah untuk dibudidayakan, cacing ini masuk kedalam jenis Lumbricus Rubellus, masa pertumbuhan cacing ini termasuk yang paling pesat dan cepat dibandingkan jenis cacing yang lain.

Untuk pasarnya cacing ini biasa dibeli untuk kebutuhan pakan ternak, baik burung, ayam, itik, bebek, ikan, dan lain sebagainya.

Atau ada juga yang menggunakan cacing tanah ini untuk obat obatan, karena hewan ini memilliki beberapa khasiat dalam mengobati suatu penyakit.

Juga bisa digunakan untuk kebutuhan kosmetik, karena sudah banyak negara negara luar seperti Amerika, Jepang, Korea, Taiwan, Hongkong, Cina, yang menggunakan cacing tanah untuk keperluan industri kosmetik.

Bahkan, di pasar  Korea Selatan kebutuhan cacing tanah sekitar 35 ribu ton per bulan untuk pasokan pangan ternak ayam.

Di sebagian wilayah eropa seperti Italia dan Prancis, cacing tanah dijadikan bahan dasar untuk kosmetik yang berkhasiat sebagai penghalus dan pelembut kulit.

Budidaya cacing tanah

Kandungan Gizi Cacing Tanah

Berikut ini adalah kandungan gizi dan protein yang ada didalam cacing tanah.

budidaya cacing tanah
source: edupedia

Cukup banyak kan gizi yang dihasilkan oleh hewan yang satu ini, tidak heran jika pangsa pasar budidaya cacing tanah ini menyasar banyak kalangan industri, seperti pangan, ternak, kosmetik dan obat obatan.

Jenis-jenis Cacing Untuk Budidaya Cacing Tanah

Berikut kami paparkan beberapa jenis cacing tanah yang mungkin bisa menjadi referensi kamu dalam mengembangkan budidaya cacing tanah, hal tersebut juga berguna agar pendapatan dan omzet kamu meningkat.

1. Cacing Lumbricus Rubellus

Jenis budidaya cacing tanah yang pertama adalah jenis cacing lumbricus rubellus biasa disebut juga dengan cacing tanah ekor kuning, cacing ini berasal dari dataran Eropa dan sebagain wilayah Asia Tenggara.

Ciri fisiknya berupa warna cokelat cerah kemerahan dan keungu unguan pada bagian atas (punggung). Orang eropa biasanya menyebut cacing tanah ini dengan nama red worm karena tubuhnya berwarna cokelat cerah kemerahan.

Bagian bawahnya (perut) berwarna abu abu atau krem dan buntutnya (ekor) berwarna kuning, sesuai dengan nama panggilannya “cacing ekor kuning” dan Juga bentuk tubuhnya pipih.

Biasanya cacing ini hidup di atas permukaan tanah yang basah atau lembab, dan rata rata memiliki ukuran sekitar 9 sampai 15 cm. Serta tubuhnya mengandung kadar air tubuh sebanyak 70-80 %.

Jenis indukan cacing ini bisa menghasilkan 100 sampai dengan 120 telur dalam waktu 3 pekan.

Kelebihan cacing lumbricus rubellus:

  • Baik digunakan untuk pupuk organik
  • Perawatan cacing ini relatif lebih mudah dan hemat biaya
  • Memiliki rendemen yang tinggi untuk digunakan pada suatu produk
  • Perkembangbiakannya cukup cepat, bisa sampai 2 pekan sekali.

2. Jenis Cacing Afrika

budidaya cacing tanah

Jenis budidaya cacing tanah selanjutnya adalah cacing Afrika, sesuai nama yang digunakan, cacing ini berasal dari kawasan Afrika. Cacing ini cukup kuat terhadap kondisi tanah yang kering dan bertemperatur 25-30 derajat celcius.

Nama lain cacing ini ialah Cacing African Night Crawlers, memeiliki ukuran lebih besar dibandingkan jenis cacing pada umumnya. Tubuh cacing ini berwarna merah keunguan serta memiliki ekor yang runcing.

Cacing ini sangat cocok untuk umpan memancing ikan, karena bobotnya yang cukup berisi dan ukurannya yang lebih panjang (sekitar 25-30 cm) dari jenis cacing lainnya.

Kelebihan Cacing African Night Crawlers :

  • Memiliki tingkat reproduksi yang tinggi walaupun hidup di suhu yang cukup panas.
  • Bobotnya paling besar dibandingkan jenis yang lain.

Kekurangan Cacing African Night Crawlers :

  • Memiliki kadar rendemen paling rendah dibandingkan cacing lain
  • Kurang cocok untuk produk kosmetik atau obat obatan.
  • Gampang stress, jika stres akan membelah bagian tubuh yang lain.

3. Cacing Indian Blue

Cacing Indian Blue

Jenis Cacing untuk ternak cacing selanjutnya adalah cacing indian blue, biasa disebut juga dengan nama Perionyx Excavatus. Cacing ini merupakan jenis cacing lokal, biasanya banyak dijumpai di pelepah pohon pisang yang sudah membusuk atau disekitar kandang ternak (sapi, kambing, kerbau, domba).

Ciri khas cacing ini yaitu memiliki warna merah kecoklatan dan agak kebiru biruan, betuknya nyaris bulat dan lincah dalam bergerak.

Memiliki aroma yang tidak sedap, sebagai bentuk pertahanan diri dari para predator pemangsa. Panjang tubuh bisa men capai panjang 15 sampai 20 cm.

Kelebihan Perionyx Excavatus :

  • Bisa beradaptasi dengan lingkungan tropis
  • Rendemen yang dihasilkan cukup lumayan dibandingkan jenis afrika
  • Memiliki tingkat reproduksi yang tinggi dan mudah dikembang biakan

Kekurangan Perionyx Excavatus :

  • Cukup sensitif terhadap pergerakan aktifitas sekitar, dan membuatnya mudah stress

4. Jenis Cacing Tiger

budidaya cacing tanah

Jenis cacing yang terakhir yang akan kita kulas adalah jenis cacing eisenia fetida atau nama lainnya red wigglers atau tiger worm. Warna tubuh cacing ini sendiri berwarna merah kecoklat coklatan, punya ekor tumpul warnanya kuning, serta memiliki segmen berwarna cerah, sehingga bisa disebut juga dengan nama cacing merah.

Cacing ini cukup terkenal di dataran eropa, sehingga tidak heran banyak peternak cacing yang sukses mengekspor hasilnya ke daerah daerah di eropa, seperi Portugal, Inggris, Spanyol, Turki, Belgia dan lain lain.

Disana cacing ini biasa digunakan untuk bahan kompos dan juga sebagai penghasil kascing (pupuk dari kotoran cacing).

Cacing tiger biasa hidup pada habitat yang bersuhu antara 18 sampai 28 derajat celsius, biasanya dijumpai pada tempat tempat sampah organik, sampah rumah tangga, atau pohon yang sudah membusuk.

Untuk ciri cirinya, tubuh cacing ini secara bentuk dan panjang hampir menyerupai jenis Lumbricus Rubellus, tapi dari segi segmen jenis ini terlihat jelas. Untuk gerakannya lebih lamban dari jenis  Lumbricus Rubellus dan juga memiliki tingkat perkembang biakan yang cukup cepat.

Dalam segi menyantap makanan jenis ini bisa dibilang cukup rakus dan butuh pakan lebih dari jenis yang lainnya.

Tempat Budidaya Cacing Tanah

budidaya cacing tanah

Untuk tempatnya ada 2 opsi yang bisa kamu ambil untuk budidaya cacing tanah, yaitu yang semi permanen atau permanen. Untuk yang semi permanen kamu bisa menggunakan media ember, kayu, triplek, dll.

Dan untuk tempat permanen kamu harus merogoh kocek lebih dalam untuk kebutuhan pembuatannya, karena berasal dari tembok atau gundukan tanah yang sudah di modifikasi untuk keperluan ternak cacing.

Pembuatan Media Tanam Cacing Tanah

Media tanah berfungsi untuk tempat hidup cacing sesuai dengan kondisi habitatnya, adapun bahan bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut:

  • Kompos / Daun kering (kami sarankan daun pisang)
  • Serbuk kayu yang halus
  • Dedek
  • Kotoran hewan sapi/kambing/kerbau/domba
  • Tanah lumpur
  • Stater EM4 (bisa dicari secara online)

Cara membuatnya:

  • Campur semua bahan hingga merata
  • Lakukan proses fermentasi 3 hari sampai 1 minggu, dan tutup dengan terpal secara rapat
  • Media sudah bisa digunakan/ dipidahkan ke tempat budidaya cacing tanah
  • Diamkan 24 jam sebelum benih cacing diletakan.

Benih atau Bibit Cacing Tanah

budidaya cacing tanah

Untuk bibit cacing sendiri sebenarnya bisa dibilang sulit sulit gampang, jika kamu ingin ber budidaya cacing tanah dalam jumlah / sekala kecil (<500 cacing tanah) maka kami sarankan anda untuk mencari bibit cacing secara langsung dihabitat asalnya seperti, tanah basah/ lembab, tempat sampah organik, dst.

Tapi jika kamu ingin berbisnis budidaya cacing tanah ini dalam skala yang besar (>1000 cacing tanah), disarankan untuk membeli bibit cacing tanah secara langsung dari para peternah cacing yang sudah ada.

Karena kalo kamu mencari secara manual akan memerlukan waktu yang lama.

Berikut tips untuk penanganan bibit cacing tanah:

  • Siapkan tempat khusus (bok) untuk cacing bibitan
  • Idealnya setiap bok bibitan berisi 100-200 ekor cacing
  • Terus perhatikan pangan untuk para bibitan ini agar tumbuh maksimal
  • Tunggu hingga usianya memasuki bulan ke 2, lalu pindahkan ke tempat pembudidayaan cacing tanah.

Pemindahan Bibit Cacing Tanah

Lakukan langkah-langkah berikut untuk melakukan pemindahan bibit cacing tanah:

  • pH tanah dicek, anjurannya adalah 5-7
  • Tiap bok berisikan 100-200 ekor cacing tanah
  • Hindari dari sinar matahari langsung, karena cacing tanah sensitif terhadap panas.
  • Di minggu minggu awal harus terus dipantau, takut ada cacing yang keluar dari tempatnya karena habitat baru bagi cacing.
  • Lakukan evaluasi jika banyak cacing yang mati atau suka keluar tempat, karena bisa jadi tanahnya kurang tepat.
  • Jika tidak ada cacing yang keluar bok berarti tempatnya sudah sesuai dengan habitat aslinya.

Pemberian Pakan Cacing Tanah

budidaya cacing tanah

Budidaya cacing tanah juga harus memperhatikan makanannya. Dianjurkan untuk memeberikan pakan berupa kompos atau pupuk kandang dari hewan hewan ternak berkaki 4, seperti kambing, domba, sapi, dan kerbau. Sifat organik pada kotoran hewan tersebut sangat baik untuk pertumbuhan cacing tanah.

Karena cacing tanah sangat menyukai mikro organisme, hal tersebut memudahkan pencernaan pada cacing tanah.

Gunakan metode fermentasi dalam menghaluskan makanan yang bersifat kasar seperti sayuran sayuran/ buah buahan. Cara ini sangat bermanfaat untuk kebutuhan harian cacing tanah.

Berikut adalah stepnya:

  • Larutkan 1/3 kg gula atau air tebu
  • Setelah larut lalu campurkan EM4 kedalamnya
  • Netralkan suhunya setelah semua tercampur dengan rata
  • Simpan selama 2 hari 1 malam
  • Siapkan pakannya yang akan difermentasi lalu berikan cairan tadi secara merata
  • Tutup dengan rapat dan tunggu 2 harian
  • Pakan siap disajikan untuk cacing tanah.

Berikan pakan sebanyak 1 x dalam sehari, berikan di pagi hari, untuk ukurannya disesuaikan saja dengan berat tempat cacingnya, misalkan berat 1 kg maka pakannya pun 1 kg.

Dan baiknya dilakukan pergantian menu setiap 2-3 hari sekali, seprti kompos buah, kompos sayur, kompos daun kering, serta pupuk organik.

Penggantian Media Tanah

Dikarenakan proses kembangbiak cacing tanah ini cukup cepat, maka perlu pergantian media tanam agar selalu sesuai dengan habitat aslinya. Pergantian media tanam ini dapat dilakukan setiap 1,5 – 2 bulan sekali.

Caranya pun cukup mudah, pindahkan seluruh cacing sementara ketempat lain, lalu tanah yang lama dipindahkan juga ketempat lain untuk proses penetasan telur cacing dan pengembangan cacing cacing yang baru.

Pembuatan Media Sarang Bertelur

Cacing ini tergolong hewan hermaprodit yang bisa berganti kelamin, tapi cacing juga tetap tidak sanggup untuk membuahi dirinya sendiri tanpa adanya proses kawin dengan cacing yang lain.

Kalo dirata rata, dari 100 ekor cacing bisa menjadi 100 ribu cacing tanah dalam kurun waktu kurang lebih 1 tahun. Sepasang cacing yang kawin akan menghasilkan 1 telur (kokon). Dan dalam 2 pekan telur akan netas menjadi kurang lebih 25 ekor cacing tanah baru.

Penanggulangan Hama

budidaya cacing tanah

Sama halnya dengan budidaya atau ternak hewan lain seperti ternak ikan lele, budidaya belut ataupun budidaya tanaman tebu. Budidaya cacing tanah juga tidak mungkin terlepas dari gangguan yang berada disekitarnya, hama yang biasa mengincar cacing tanah ialah burung, tikus, semut, serangga, ayam, bebek, dst.

 

Panen Cacing

budidaya cacing tanah

Waktu panen cacing tanah bisa dalam waktu 6 bulanan saja, saat panen bukan hanya cacingnya saja yang dapat dijual, tanah bekas budidaya cacing tanah pun (kascing) dapat menghasilkan pundi pundi uang.

Cara memanennya pun  cukup gampang, seperti yang sudah kita tahu bahwa cacing sangat anti terhadap cahaya, maka cukup berikan lampu diatasnya maka dengan sendirinya cacing akan naik kepermukaan tanah.

Kamu hanya tinggal mengambilnya dan mengumpulkannya.

Setelah cacingnya diambil maka ambil juga telur cacing di sarang dan pisahkan dari tanah kascing lalu taruh pada tempat baru. Tanah kascing ini bisa dijadikan sebagai pupuk.

Demikian, semoga bermanfaat 🙂

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: