√Cara Ternak Ikan Lele Dari Awal Sampai Panen!

Cara Budidaya Ikan Lele – Ikan lele, apa yang terpikirkan oleh kamu ketika mendengar nama ikan yang satu ini? Lapar dan jadi ingin makan bukan?

Ikan lele termasuk jenis ikan yang paling disukai oleh masyarakat Indonesia, menurut riset yang dilakukan kepada masyarakat, 8 dari 10 orang diantaranya menyukai ikan lele.

Mungkin ada juga orang yang jijik dengan ikan yang satu ini karena pakannya yang jorok (dari kotoran manusia), tapi nyatanya tidak semua ikan lele memakan kotoran untuk pakannya.

Biasanya para peternak ikan lele tidak menjadikan kotoran manusia sebagai pakan ternaknya, justru mereka sangat memperhatikan hal pakan, karena kalau sembarangan memberi pakan maka merekalah yang bisa rugi ketika panen nanti.

Selain itu, budget operasional harian untuk budidaya ikan lele jauh lebih murah jika dibandingkan budidaya unggas. Oleh karenanya budidaya lele menjadi alternatif untuk orang yang ingin berkecumpung di dunia bisnis.

Saat ini hampir disetiap warung makan pasti menyediakan lauk ikan lele, bahkan kita mengenal istilah warung “pecel lele” yang menjajakan jualannya dipinggir jalan. Para penjual sudah menjadikan ikan ini sebagai selogan utamanya, walupun mereka juga menjual ayam, bebek, gurame dll.

Untuk wilayah kota-kota besar jumlah pengkonsumsi ikan terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga permintaan pasar akan ikan juga ikut naik, salah satunya yaitu ikan lele.

Dibalik rasanya yang enak dan gurih, ikan lele juga memiliki harga yang terbilang ekonomis untuk kantong mahasiswa kos-kosan hehe.

Di Depok misalnya, untuk paket nasi padang 10 ribuan kita bisa memilih menu ikan lele untuk pilihannya, lengkap dengan nasi dan kuahnya.

Di warung warung lain seperti warteg atau warsun harga ikan lele goreng atau sambal sekitar 5-9 rb per ekornya.

Beberapa faktor itulah yang membuat para peternak ikan lele masih eksis hingga sekarang ini.

Kandungan Gizi Ikan Lele

Berikut adalah tabel dari hasil penelitian kandungan gizi dan nutrisi ikan lele per 100 gram.

budiaya ikan lele
kompasiana

Untuk urusan gizi dan nutrisi, ikan lele cukup baik buat menjaga energi yang habis dipakai untuk aktifitas harian kita.

Jenis-jenis Ikan Lele

iamge

Terdapat banyak jenis lele (Clarias sp.) yang ada di dunia, tetapi hanya beberapa jenis aja yang biasa dijadikan lahan budidaya di Indonesia.

Mereka lebih memilih jenis lele yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat, yaitu jenis yang masa tumbuhnya cepat dan memeiliki daya tahan tubuh yang kuat terhadap penyakit.

Berikut ini 6 jenis lele yang populer di Indonesia dan biasa di budidaya oleh para peternak ikan lele untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Ikan Lele Lokal

budidaya ikan lele

Sesuai dengan namanya yang mencatut kata “lokal”. Ikan ini adalah ikan lele asli dari tanah air, ikan ini masuk kedalam spesies Clarias batrachus, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia sekitar tahun 70an.

Karena bersifat lokal maka tak heran jika jenis lele yang satu ini memiliki banyak penggemar, karena sifat dagingnya yang enak serta tidak memiliki banyak kandungan lemak.

Tapi bisa dibilang masyarakat mungkin belum tahu akan hal ini, ya intinya mereka tidak peduli jenisnya yang penting rasanya setelah diolah. Walaupun ikan yang mereka makan adalah ikan lokal asli.

Untuk ikan lele lokal ini sebenarnya memiliki kelemahan, yaitu masa pertumbuhannya bisa dibilang cukup lama sehingga modal pemeliharaannya cukup tinggi. Tapi disisi lain jenis ini banyak peminatnya dipasaran sehingga hal tadi tidak perlu dikhawatirkan.

Ikan Lele Dumbo

budidaya ikan lele

Biasanya masyarakat awam menyebutnya dengan kata “Jumbo” bukan “Dumbo”, karena faktor kemudahan ketika diucapkan. Sesuai dengan kata Jumbo/dumbo yang berarti besar, ikan ini memiliki ukuran lebih besar dibandingkan dengan ikan lele jenis lokal.

Ikan lele ini merupakan hasil dari kawin silang antara spesies Clarias gariepinus dengan spesies Clarias fuscus. Jenis ini punya keuntungan yang bisa dirasakan oleh para pembudidaya ikan yaitu, jenis ini tidak rentan terhadap penyakit, memiliki masa pertumbuhan yang cepat dibandingkan ikan lele lokal, memiliki jumlah telur yang lebih banyak sehingga berdampak pada saat panen, serta bisa dipijahkan (tanam benih) sepanjang tahun.

Ikan lele jenis ini kurang cocok untuk pengusaha warung makan pinggiran, karena ukurannya yang besar membuat dagingnya menjadi lembek dan kurang renyah ketika dimakan. Tapi jika pintar mengolahnya, rasa ikan ini tak kalah lezat dari ikan lokal.

Ciri khas dari ikan lele dumbo adalah adanya bercak berwarna putih abu-abu ditubuhnya ketika merasakan stress atau kaget. Bercak tersebut akan kembali hilang ketika kondisinya sudah normal lagi.

Fakta menarik: Untuk mencapai bobot 500 gram, ikan lele lokal memerlukan waktu sekitar 12 bulan, sedangkan untuk ikan lele dumbo dan yang lain hanya butuh waktu 3-4 bulan saja.

Ikan Lele phyton

budidaya ikan lele

Ikan lele jenis ini merupakan persilangan dari hasil percobaan para peternak lele di Pandeglang, Banten. Para peternak tadi menemukan masalah dan juga solusi sekaligus dari hasil percobaan mereka.

Masalahnya ada pada daya tahan benih lele yang lemah terhadap cuaca dingin didaerah mereka, sehingga mereka rugi ketika musim dingin tiba, karena harus menjaga benih lebih ekstra lagi.

Karena banyak benih lele yang mati tiba-tiba jika tidak dijaga secara ekstra, akhirnya mereka berdiskusi dan membuat percobaan untuk menyilangkan jenis lele betina dari Thailand dengan lele indukan jantan dari jenis dumbo generasi ke 6 (F6).

Hasilnya munculah jenis lele ini yang diberi nama phyton, karena bentuk tubuhnya mirip ular phyton. Lele ini tahan terhadap cuaca dingin dengan survival rate (nilai ketahanan) mencapai 90%. Bahkan jenis ini diakui kualitasnya oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten.

Ikan Lele Sangkuriang

budidaya ikan lele

Jenis ikan lele selanjutnya bernama sangkuriang, mungkin dari namanya kamu bertanya-tanya, kenapa dinamakan demikian? Nama sakuriang sendiri diambil dari sebuah dongeng yang terkenal dimasyarakat Sunda, karena jenis ini berasal dari daerah Sukabumi.

Lele sakuriang merupakan hasil dari perbaikan genetik jenis lele dumbo, perbaikan genetik itu terjadi karena kualitas dari indukan lele dumbo menurun akibat perkawitan sekerabat (inbreeding) atau silang dalam (istilah lain).

Maka dari itu pada tahun 2004 Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) daerah Sukabumi melakukan penelitian untuk menghasilkan kualitas indukan lele yang bagus.

Dilakukanlah perkawinan antara indukan dumbo betina f2 (generasi ke2) dengan indukan jantan F6 (generasi ke6). Sehingga mengasilkan jenis lele yang memiliki frekuensi telur lebih banyak.

Pada intinya jenis lele sakuriang ini adalah hasil “modifikasi” dari jenis lele dumbo.

Pada tahun 2010 dilakukanlah pengembangan lebih lanjut terhadap jenis sangkuriang ini, hasilnya jenis lele sakuriang-2, diklaim memiliki tingkat pertumbuhan lebih cepat 10x dari sakuriang biasa. Tapi jenis ini perlu penelitian lebih lanjut sebelum dilepas kepara peternak.

Jenis Ikan Lele Mutiara

budidaya ikan lele

Jenis lele yang satu ini merupakan hasil dari persilangan strain antara ikan lele python, lele mesir, lele sakuriang serta lele dumbo yang diseleksi dalam waktu 3 generasi. Proses tersebut dilakukan oleh Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Sukamandi, Subang, Jawa Barat.

Hasilnya adalah lele mutiara ini, nama mutiara sendiri merupakan singkatan dari “MUtu TInggi tiAda taRA”, dari namanya saja sudah menjelaskan bahwa jenis ikan lele yang satu ini lebih unggul dari jenis lainnya.

budidaya ikan lele
bppisukamandi.kkp.go.id

Jenis lele mutiara ini sudah diedarkan ke masyarakat umum sesuai dengan surat keputusan Mentri Kelautan dan Perikanan No. 77/KEPMEN-KP/2015.

Saat ini jenis ikan lele mutiara sedang banyak dibudidayakan oleh para peternak, dikarenakan keunggulan yang dimilikinya.

Ikan Lele Masamo

budidaya ikan lele

Jenis ikan lele yang terakhir adalah lele masamo, nama masamo sendiri diduga berasal dari singkatan nama pabrik pakan yang mengembangkan jenis ikan lele ini yaitu, MAtahari SAkti MOjokerto.

Menurut para pengembangnya, lele jenis ini merupakan gabungan berbagai macam genetik lele dari berbagai macam negara. Lele masamo ini memiliki sifat rakus dan agresif untuk hal pangan, sehingga efisien dalam memberi makan (tidak butuh pakan khusus).

Lele ini juga memiliki pertumbuhan yang cepat serta tahan terhadap penyakit. Lele masamo juga pernah jadi rebutan walapun harga indukannya bisa mencapai 3-4 kali lipat jenis yang lain.

Benih Ikan Lele

budidaya ikan lele

Untuk hal budidaya ikan lele yang harus diperhatikan selanjutnya adalah pemilihan benih/bibit. Pilihlah benih ikan lele yang sehat dan lakukan pengawasan secara berkala, jangan sampai benih yang ingin dijadikan budidaya rentan terhadap penyakit.

Benih lele untuk pemula bisa dibeli dari para peternak yang lebih dahulu melakukan budidaya, harganya pun berfariasi. Untuk kalian yang tidak ingin repot, bisa juga dibeli secara online di ecommerce di Indonesia seperti Tokopedia dan Bukalapak.

Harganya berkisar antara 100-20.000 rupiah, tergantung jenis, ukurannya, kualitas dan banyaknya pembelian.

Jenis Kolam Ikan Lele

Berikut ini jenis kolam ikan yang cocok digunakan untuk budidaya ikan lele:

1. Kolam Terpal

budidaya ikan lele

Sesuai namanya, kolam terpal, jenis kolam ini menjadi salah satu alternatif kolam yang biayanya minim. Hanya perlu lahan secukupnya dan pada bagian dalamnya dilapisi dengan terpal.

Kolam terpal ini biasanya berbentuk bulat atau kotak, disesuaikan dengan kebutuhan dan luasnya lahan.

Keunggulan Kolam Terpal:

  • Harga pembuatan murah dibandingkan kolam permanen/beton.
  • Cukup diterapkan dilahan sempit.
  • Mudah mengganti air.
  • Mudah untuk proses panennya.
  • Mudah dalam menyortir ikan.
  • Hasil ikan tidak berbau lumpur dan bersih, dll.

Perhatian: gunakanlah terpal dengan tinggat kepadatan yang tinggi, sehingga tidak mudah merembes dan boros air.

2. Kolam Drum

budidaya ikan lele

Sesuai dengan namanya, kolam ini menggunakan drum sebagai bahan utamanya. Keuntungan dari kolam drum ini untuk budidaya ikan lele hampir sama seperti kolam terpal di atas.

3. Kolam Beton

budidaya ikan lele

Jenis kolam untuk budidaya ikan lele selanjutnya adalah kolam beton. Untuk kolam jenis ini, perlu lahan yang cukup luas dan biaya yang mahal, tapi untuk daya tahannya jauh lebih baik daripada kolam drum atau terpal, tahan sampai 10-20 tahun.

4. Kolam Tanah

budidaya ikan lele
youtube

Kolam jenis ini cocok untuk para pemilik tanah yang bingung untuk memanfaatkan tanahnya. Maka bisa juga digunakan untuk budidaya ikan lele.

Kolam tanah ini perlu pengontrolan yang cukup ekstra oleh para peternak ikan lele. Untuk para peternak yang sudah besar hal tersebut bukan menjadi halangan.

Kolam tanah ini umum digunakan oleh para peternak, biasa juga disebut dengan nama empang, balong atau blumbang.

5. Kolam Apung

budidaya ikan lele
rumahdijual

Kolam apung ini juga sama seperti kolam tanah yang memerlukan lahan cukup luas, metode kolam apung juga bisa diterapkan pada kolam tanah yang memiliki daerah sangat luas, hal tersebut bertujuan untuk memudahkan pengontrolan ikan lele.

Tapi biasanya kita akan menjumpai kolam apung ini di kali/sungai, danau, atau lautan.

Pakan Ikan Lele

Para budidaya ikan lele juga perlu memperhatikan pakannya. Lele merupakan hewan yang butuh asupan protein, sehingga lele perlu diberi makan dengan berbagai jenis asupan untuk menghindari sifat kanibalnya karena kelaparan.

Ada pula peternak yang mengakalinya dengan cara memberi pakan alternatif agar lele tetap sehat.

Untuk waktu memberi makannya, berilah pakan setiap hari 2 kali sehari.

Berikut merupakan pakan alternatif ikan lele yang bisa digunakan:

budidaya ikan lele

 

Pemijahan Ikan Lele

Proses ini merupakan perkawinan dari pejantan dengan indukan betina. Lele yang sudah siap kawin dapat dilihat dari warna kelamin. Untuk betina warnanya kuning dan jantan berwarna kemerahan.

Jika betina sudah dibuahi maka sel telur akan menempel dalam waktu 1 hari sebelum akhirnya menetas.

Pemindahan Benih Lele

Pemindahan benih ini dilakukan untuk pengontrolan kualitas benih supaya tetap terjaga. Waktu yang tepat untuk pemindahan adalah dimalah hari karena suhu relatif setabil.

Caranya cukup mudah untuk pemindahan benih lele ini, tinggal mengurangi volume air dalam kolam.

Proses Panen Budidaya Lele

Untuk proses panen ini, ada 2 hal yang harus diperhatikan oleh para budidaya ikan lele, jika ingin menjual bibit atau benihnya maka lele bisa dijual saat ukurannya sekitar 7-9 cm, namun jika untuk keperluan lainnya seperti dijual kepasar, kewarung makan, maka tunggulah lele sampai 4-5 bulan dengan ukuran sekitar 20an cm.

Manfaat Ikan Lele

budidaya ikan lele
agrowindo

Berikut adalah beberapa manfaat dari ikan lele:

  • Sebagai sumber protein
  • Sebagai sumber kalori
  • Meningkatkan nafsu makan
  • Meningkatkan massa otot
  • Mengandung asam lemak sehat

 

 

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: