Baju Adat Indonesia Dari Sabang Sampai Merauke Part II

Baju Adat Indonesia Part II – Sebelumnya kita sudah membahas tentang baju adat Indonesia yang berasal dari daerah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, RIau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, Lampung serta Palembang.

Baca : Pakaian Adat Indonesia – Part 1

Selanjutnya kita akan membahas pakaian adat dari beberapa provinsi, seperti Banten, Ibu Kota Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Berikut ialah ulasannya:

Baju Adat Provinsi Banten


Baju Adat Indonesia yang akan kita bahas awal berasal dari Banten. Provinsi yang memutuskan berpisah dari Jawa Barat (thn 2000) ini terpengaruh dari kebudayaan sebelumnya yaitu sunda.

Banten dulunya termasuk wilayah yang sangat aktif oleh aktivitas kelautan. Tak heran jika wilayah ini menjadi jalur perdagangan yang sangat rama dari dulu.

Ada 3 model baju adat dari Banten berdasrkan suku dan kebudayaannya masing masing. Yaitu pakaian suku baduy, baju adat pangsi dan pakaian adat penganten.

Pakaian Adat Suku Baduy

baju adat indonesia
travel kompas

Suku yang merupakan suku asli wilayah Banten ini masih menjunjung tinggi nilai keleluhuran. Buktinya, masyarakat suku Baduy menutup dan menolak atas perkembangan teknologi yang berkembang pesat di kota kota besar.

Karnenanya masyarakat suku Baduy masih memanfaatkan nilai alam yang ada untuk kebutuhan sehari hari dalam bertahan hidup. Suku Baduy sendiri bisa digolongkan menjadi 2 golongan, yaitu Baduy dalam dan suku baduy luar.

Untuk suku dalam mereka sama sekali tidak mau berinteraksi, bercengkrama, berdampingan dengan masyarakat diluar sukunya, sedangkan untuk suku baduy luar masih mau menerima dan bahkan berinteraksi dengan masyarakat diluar sukunya.

Untuk jenis pakaian adatnya pun ada sedikit perbedaan untuk warna secara umumnya, untuk suku baduy dalam mereka biasanya menggunakan pakaian berwarna putih yang menandakan kesucian, diiringi dengan celana berwarna gelap seperti Hitam, dongker atau coklat tua.

Pakaian suku ini terbuat dari kapas murni yang mereka buat sendiri menjadi pakaian dan celana.

Dan untuk suku baduy luar menggunakan pakaian berwarna hitam serta bawahan hitam atau bisa juga putih.

Baju Adat Pangsi

baju adat banten

Baju adat pangsi sebenarnya berasal dari kebudayaan Sunda, tapi karena sesuai dengan umumnya masyarakat banten maka terus digunakan. Baju pangsi sendiri biasa digabungkan dengan celana komprang, biasa digunakan dalam konser debus atau pencak silat.

Baju Adat Penganten

baju adat banten

Sesuai dengan namanya, yaitu kata penganten. Baju adat ini biasa digunakan untuk keperluan pernikahan, bentuk atasannya menggunakan baju koko berkerah, penutup kepala, ikat pinggang, bawahan batik atau kain. Serta aksesoris berupa parang, golok, keris dan lain-lain.

Untuk calon pengantin perempuan, atasannya menggunakan kebaya dan hiasan kembang untuk kepalanya. Adapun aksesorisnya ialah rantai bunga melati yang diletakkan di sanggul.

Pakaian Adat DKI Jakarta

baju adat jakartaWilayah yang menjadi Ibu Kota Negara kita ini memiliki suku asli bernama suku Betawi. Warga betawi diyakini sudah mulai menetap di Jakarta sebelum era kolonial yang dulunya dikenal dengan nama Batavia.

Ikon kota Jakarta merupakan patung ondel-ondel yang dibuat sedemikian rupa lalu diberikan pakaian adat betawi. Prihal penamaannya sendiri berbeda beda,

Untuk kaum adam sendiri biasanya menggunakan kaos daleman berwarna putih polos lalu dipadukan dengan pakaian luar seperti jas, berwarna gelap seperti hitam dan hijau tua.

Lalu bawahannya menggunakan celana cingkrang (panjangnya sekitar mata kaki atau diatasnya), serta bahannya yang lebih lebar dari celana biasa (gombrong). Dan juga menggunakan ikat pinggang yang ukurannya cukup besar dari ukuran ikat pinggang pada umumnya.

Untuk hal aksesoris biasanya peci hitam, sarung yang diselempangkan di leher dan juga golok yang diletakkan dibagian kiri pinggang. Golok tersebut digunakan dalam seni pencak silat atau pada saat tampil untuk memeriahkan acara pernikahan.

Adapun untuk kaum wanita, pakaiannya bisa dibilang simpel, hanya menggunakan kebaya untuk atasannya, bawahan batik kain lalu selendang untuk menutupi kepala.

Pakaian Adat Jakarta Untuk Pernikahan

baju adat jakarta

Karena memiliki berbagaimacam etnis yang ada pada zaman kolonial, seperti Arab, Tionghoa dan juga Melayu. Untuk itu pakaian pengantin para orang Betawi mencampur semua budaya tersebut dalam pakaiannya.

Untuk kaum pria menggunakan pakaian Dandanan Care Aji, untuk atasannya berupa jas besar yang berwarna merah atau warna cerah lainnya, dengan hiasan berwarna keemasan, untuk bawahannya menggunakan celana panjang berwarna gelap atau cerah.

Aksesorisnya berupa sorban dikepala atau kopiah hitam polos serta selendang untuk diselempangkan di dada.

Sedangkan untuk wanitanya lebih kental budaya Tionghoa, maka diberikan nama Dandan care cine. Untuk atasan dan bawahan hampir menyerupai kaum lelaki, berwarna cerah. Sedikit perbedaan untuk bawahannya ada hiasan kain atau rok pendek yang dipadukan dengan celana panjang.

Aksesorisnya berupa kalung, gelang, anting serta sanggul kepala. Ada juga yang menggunakan hiasan manik manik penutup kepala.
seperti digambar berikut:

baju adat jakarta

Baju Adat Indonesia Dari Jawa Barat

Baju adat Indonesia berikutnya ialah Jawa Barat (JaBar). Wilayah yang terkenal dengan budaya sunda ini memiliki beragam model pakaian adat sesuai dengan kasta sosial masing masing. Secara umum ada 3 jenis model yang biasanya digunakan yaitu pakaian adat rakyat biasa, kaum menengah serta para bangsawan.

Namun seiring berjalannya waktu, ke 3 jenis pakaian tersebut digunakan sesuai fungsinya masing masing. Untuk para pejabat daerah biasanya menggunakan jenis pakaian kaum menengah, untuk pernikahan menggunakan model pakaian adat para bangsawan, sedangkan untuk perlombaan tertentu bisa menggunakan jenis pakaian adat rakyat biasa.

Namun secara umum ada beberapa kemiripan yaitu, untuk para jajaka (laki laki) biasanya menggunakan atasan berupa jas polos berwarna gelap (biasanya hitam). Dan untuk bawahannya menggunakan celana bahan panjang berwarna sama dengan atasannya.

Para jajaka juga menggunakan kain batik untuk hiasan di pahanya, biasanya berbentuk segi tiga terbalik. Untuk kepalanya menggunakan penutup kepala dari batik juga.

Dalam hal aksesoris hampir sama seperti kebanyakan budaya Jawa yaitu berupa keris atau pisau sabit pendek.

Untuk para mojang/ perempuannya menggunakan atasan kebaya berwarna cerah, dan bawahan menggunakan kain batik yang dibuat rok. Ada juga hiasan lain berupa selendang, cincin, bros, kalung dan hiasan lain yang umumnya digunakan oleh kaum wanita.

Sedangkan untuk acara pernikahan biasanya para mempelai menggunakan pakaian yang berwarna cerah dan juga untuk wanitanya menggunakan mahkota untuk hiasan dikepalanya.

Pakaian Adat Jawa Tengah

baju adat jawa tengah

Baju adat Indonesia berikutnya yaitu berasal dari Jawa Tengah (JaTeng). Provinsi yang bertetangga dengan Jawa Barat dan Jawa Timur ini kental dengan kisah para wali nya. Kita mungkin tidak asing lagi dengan istilah Wali Songo (9 Wali), hampir semua wali tersebut berasal dari wilayah Jawa Tengah.

Untuk kebutuhan pernikahan atau acara resmi lainnya biasanya orang Jawa Tengah menggunakan pakaian adat bernama Jawi jangkep dan kebaya.

Jawi jangkep sendiri merupakan baju adat Jawa Tengah yang digunakan oleh kaum lelaki. Untuk atasannya menggunakan pakaian semajam jas berwarna gelap bermotif, umumnya motifnya berupa bunga dan kembang. Bawahannya menggunakan celana bahan panjang seperti umumnya, serta hiasan kain batik yang diikatkan dipinggang.

Ada juga penggunaan blangkon atau topi yang ukurannya tinggi untuk menutupi kepala serta sebilah keris yang diletakan di pinggang sebelah kanan.

Aksesoris pria lainnya adalah kalung yang disusun menggunakan bunga melati.

Untuk kaum wanita menggunakan pakaian kebaya, sesuai namanya kebaya digunakan kaum wanita jawa untuk atasannya, bisa juga digantikan dengan menggunakan kemben. Untuk bawahan menggunakan kain batik, dan juga penutup kepala berupa konde.

Aksesoris lainnya ialah konde untuk kepala, bakiak (alas kaki dari kayu), kalung, cincin, gelang dan kipas dari kayu.


 

Baju Adat Jawa Timur

baju adat jawa timur

Baju adat Indonesia berikutnya ialah Jawa Timur, untuk hal baju adat, Jawa Timur mempunya pakaian khas bernama baju cak ning, dan juga baju adat mantenan yang biasa digunakan untuk acara pernikahan didaerah Jawa Timur dan juga orang orang Madura.

Baju cak ning sendiri merupakan warisan dari para nenek moyang yang tinggal diwilayah Jawa, pakaian tersebut sempat tenar pada masa lalu dan menjadi pakaian umum bagi masyarakat Jawa Timur.

Baju cak digunakan oleh kaum pria, dengan atasan dari jas atau beskap, dan bawahan dari bahan jarik. Ada juga hiasan gantungan dibagian sakunya, dilengkapi juga dengan terompah dan sapu tangan berwarna merah.

Sementara itu untuk baju adat ning digunakan oleh kaum perempuannya. Pakaian atasannya berupa kebaya yang biasa digunakan masyarakat Jawa, dan bawahan berupa bahan jarik berbentuk rok atau bisa juga dengan kain batik bercorak.

Untuk wanita yang beragama muslim bisa menggunakan kudung untuk penutup kepala dan aksesoris wanita secara umumnya.

Baik orang Madura maupun Jawa Timur biasa menggunakan baju adat mantenan untuk acara resepsi pernikahannya. Sedangkan untuk baju pesaan dari Madura nanti akan kami ulas tersendiri.


Baju Adat Indonesia Dari Madura

baju adat madura
antaranews

Baju adat Indonesia berikutnya ialah baju adat dari Madura. Wilayah yang sebenarnya masuk ke dalam provinsi Jawa Timur ini memiliki ciri khas tersendiri, dikarenakan pulaunya yang terpisah dari pulau Jawa. Suku asli dari daerah madura sendiri biasa menggunakan pakaian bernama baju pesa’an.

Baju tersebut biasa digunakan untuk aktifitas sehari-hari seperti bertani, melaut, ataupun acara acara sakral lainnya seperti upacara adat dan pernikahan.

Baju pesaan sendiri bisa dibilang cukup sederhana dan biasa digunakan oleh berbagai macam kalangan masyarakat, baik anak-anak, dewasa dan orangtua.

Desain baju pasaan sendiri cukup sederhana sekali, untuk baju dalamannya menggunakan kaos oblong bercorak belang merah putih atau hitam putih. Serta pakaian luaran berupa baju berwarna hitam yang longgar.

Untuk bawahannya celana cingkrang (diatas mata kaki) berbahan katun dan juga ukurannnya longgar.

Hiasannya berupa penutup kepala seperti blangkon bernama odheng. Ada 2 jenis odheng yaitu tongkosan (ukuran kecil) dan peredhan (yang berukuran besar). Jenis tongkosan bagian belakangnya dibentuk tulisan lam alif (arab) sedangkan peredhan menggunakan bentuk alif (huruf awal dalam bahasa Arab).

Hal tersebut merupakan bukti bahwa masyarakat madura sangat menjunjung tinggi nilai ketaatan kepada Islam, Islam sendiri merupakan agama mayoritas di Madura.

Dari 2 jenis odheng tadi juga dikualifikasikan berdasarkan motifnya yaitu, toh biru, modang, bere songay, modang, dll. Secara bentuk juga disesuaikan dengan usia para penggunanya.

Untuk kaum wanita tampak juga sederhana, dipadu atasan kebawa berwarna merah dan bawahan kain batik yang juga memiliki corak merah.

Untuk Baju Adat Indonesia selanjutnya silahkan klik link berikut.

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: